Kompas.com - 30/06/2022, 18:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengembangkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Salah satunya dengan mengizinkan para investor masuk dan mengambil bagian dalam pelaksanaan proyek pembangunan baik pembangunan infrastruktur maupun industri.

Namun menurut Ketua Kelompok Kerja (Pokja) IKN-Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata ada syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah yakni soal regulasi.

Baca juga: Lokasi KIPP IKN Nusantara Diklaim Bebas Banjir 100 Tahunan

“Jika ingin mengajak pihak swasta masuk dan berinvestasi di IKN, maka hal utama yang harus dipersiapkan adalah regulasi,” ungkap Soelaeman dalam Diskusi Internal Terbatas (DIT)-HUD Seri 5: Skenario Pengembangan Kota, Kamis (30/6/2022).

Dikatakan, masalah regulasi ini masih menjadi momok di Indonesia bahkan pada pemerintah daerah yang penyelenggaraan pemerintahannya sudah stabil sekalipun.

“Kita harap tantangan regulasi ini bisa terjawab di IKN karena investor sangat butuh kepastian hukum sebelum berinvesatsi,” jelasnya.

Menurutnya regulasi akan menjadi penentu apakah para investor bisa masuk dalam waktu dekat atau lebih lama lagi.

Selain penyiapan regulasi, hal lain yang harus disediakan oleh pemerintah adalah kepastian status lahan yang ada di IKN Nusantara.

Hal selanjutnya yang juga akan diperhitungkan oleh investor adalah soal kepastian pasar serta ketersediaan infrastruktur utama di IKN.

“Sudah saatnya sekarang kita bekerja dengan time table yang jelas dalam merancang kota di IKN Nusantara,” tandas mantan Ketua DPP REI tersebut.

Baca juga: Pemerintah Ingin Masyarakat IKN Nusantara Lebih Berdaya

Pemerintah berencana akan memulai proses pemindahan IKN Nusantara dua tahun lagi atau tepatnya pada tahun 2024 mendatang.

Saat ini, pemerintah bahkan telah memulai tender untuk sejumlah proyek infrastruktur IKN seperti Jalan Tol Segmen Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang, Pembangunan Bangunan Gedung Istana Negara dan Lapangan Upacara pada Kawasan Istana Kepresidenan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.