Kompas.com - 27/06/2022, 08:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun memiliki sinar matahari berlimpah, Indonesia belum memanfaatkannya secara maksimal terutama sebagai sumber listrik. 

Bahkan Direktur Strategi Bisnis & Portofolio PT Len Industri (Persero) Linus Andor M Sijabat meniyebutkan Indonesia masih tertinggal jauh soal pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bila dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

"Kita (Indonesia) di Kawasan Asia Tenggara saja masih yang terendah ya. Kalah jauh dari Vietnam (dalam hal pengembangan PLTS)," kata Linus seperti dikutip dari Antara News, Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Filipina akan Punya PLTS Raksasa, Bisa Hasilkan Listrik 3.500 Megawatt

Menurutnya, saat ini PLTS yang terpasang di Indonesia masih berkapasitas ratusan megawatt (MW). Sementara itu, di Vietnam sudah memiliki PLTS dengan kapasitas mencapai puluhan gigawatt (GW).

Linus menjelaskan, PT Len memiliki anak perusahaan yakni PT. Surya Energi Indotama (SEI), yang bergerak di bidang inovasi produk dan layanan dalam industri hilir tenaga surya.

Bahkan PT SEI sudah lama aktif membangun sistem PLTS di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

Salah satu proyek yang dijalankan adalah membangun Tower Sinyal BTS bertenaga surya di daerah-daerah pelosok.

Dengan dukungan dari pemerintah, Linus berharap banyak kehadiran PLTS ini akan menjadi solusi terdepan bagi seluruh daerah 3T yang ada di Indonesia.

PLTS merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mencapai target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen di tahun 2025.

Potensi energi surya di Indonesia sangat tinggi sehingga bisa menjadi sumber daya listrik dengan harga terjangkau. 

Selain itu, energi matahari juga terbukti lebih ramah lingkungan bila dibandingkan dengan bahan bakar fosil. 

Baca juga: Pemerintah Kaji Ulang Aturan PLTS Atap, Ini Alasannya

Agar tenaga surya dapat dimanfaatkan secara maksimal, Linus menambahkan harus ada kerja sama antara semua pihak terkait. 

“Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah sebagai regulator, PLN sebagai operator, pihak industri sebagai produsen, serta masyarakat sebagai konsumen sehingga bisa mengakselerasi pemanfaatan potensi energi surya secepatnya," tandasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.