Kompas.com - 25/05/2022, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Knight Frank Indonesia menemukan tiga kendala yang dapat menghambat perkembangan properti Indonesia.

Hal ini terangkum dalam hasil survei Knight Frank Indonesia bertajuk Indonesia Property Survey pada April 2022 yang diikuti berbagai pelaku properti.

Survei tersebut merangkum pandangan terkini mengenai pasar properti di Indonesia, khususnya awal tahun 2022.

Dalam hasil survei itu, sebanyak 66 persen responden mengungkapkan naiknya gelombang inflasi di ranah global dan nasional akan sangat berdampak pada pemulihan sektor properti Indonesia.

Kemudian, didapatkan hasil 61 persen responden yang mengemukakan bahwa pemberlakuan kenaikan angka Pajak Pertambahan Nilai (PPN) berdampak negatif terhadap pemulihan sektor properti secara umum.

Baca juga: Warga Indonesia Pembeli Properti Terbanyak Kedua di Australia Setelah China

Sementara hasil terbuncit atau 59 persen responden berpendapat, krisis global akibat perang Ukraina-Rusia juga merupakan salah satu faktor yang dapat memicu hal itu.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan hal ini dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (25/5/2022).

“Sebagian besar responden menilai, kenaikan PPN, tingginya inflasi, dan krisis ekonomi global akan sangat berdampak terhadap perkembangan sektor properti saat ini," ungkap Syarifah.

Tetapi, optimisme tetap tergambar ditambah dengan masih adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang bisa membantu menggenjot performa subsektor residensial.

Secara keseluruhan, 90 persen responden menggambarkan optimisme terhadap akan pulihnya sektor properti pada tahun ini.

Hal ini diikuti dengan 57 peren responden yang mengindikasikan bahwa sektor properti akan sepenuhnya bangkit pada Kuartal-IV tahun 2022.

Sementara itu, survei juga mencatat subsektor residensial masih mendominasi atau mewakili 60 persen dari sektor properti yang dinilai mampu memiliki performa positif, bahkan pada berbagai tantangan yang telah disebutkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.