Terima DPP REI, Wapres Tekankan Merger UUS BTN-BSI Tak Kurangi Pelayanan Pembiayaan Perumahan

Kompas.com - 24/05/2022, 18:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Salah satunya dengan menggabungkan Unit Usaha Syariah (UUS) atau bank berbasis syariah ke dalam Bank Syariah Indonesia (BSI).

Namun dalam pelaksanaanya, banyak faktor yang perlu disiapkan dalam proses penggabungan beberapa bank tersebut agar tidak mengurangi pelayanan, termasuk pelayanan dalam pembiayaan rumah huni bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menerima Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), di Kediaman Resmi Wapres, Selasa (24/05/2022).

“Saya setuju, kalaupun digabungkan [UUS Bank Tabungan Negara dan BSI] tidak mengurangi pelayanan, sehingga pelayanannya tidak terganggu, kinerjanya sama,” tegas Wapres. 

Baca juga: Mudahkan Pekerja Punya Rumah, REI Gandeng BTN Tawarkan Skema Rent To Own

Lebih jauh Wapres menjelaskan, penggabungan beberapa bank berbasis syariah tersebut merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan sistem perbankan di Indonesia, mengingat minat masyarakat terhadap keuangan syariah terus meningkat, termasuk dalam pembiayaan perumahan.

“Saya dapat informasi bahwa [permintaan] perumahan syariah dari BTN naik dan peminatnya besar, ini harus dijaga. Memang ini ada rencana untuk penggabungan dalam rangka penyederhanaan dunia perbankan,” tuturnya.

Terkait dengan penyediaan perumahan bagi masyarakat, Wapres menekankan, pemerintah mendukung penuh hal tersebut.

Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi masyarakat, tetapi juga mendorong usaha lain yang ikut terbantu dengan pembangunan perumahan.

"Pemerintah mendorong perumahan, mendukung bukan hanya untuk mengurangi deadlock kekurangan perumahan, tapi juga punya multiple effect, termasuk usaha masyarakat, seperti gorden, bata, pasir. Memang banyak [kebutuhan terhadap rumah]. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pertahun 1 juta rumah,” ujar Wapres.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.