Kompas.com - 21/05/2022, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian ATR/BPN terus melanjutkan upaya relokasi lahan bagi masyarakat eks Timor Timur (Timtim) yang bermukim di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengatakan, pihaknya telah memiliki gambaran yang utuh terkait pengadaan tanah bagi warga eks Timtim.

"Beberapa tanah diperhatikan statusnya agar tuntas. Saya melihat harapan terkait ini, terlebih setelah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, kita akan terus menyiapkan," ujarnya dalam keterangan pers, Sabtu (21/05/2022).

Seperti diketahui, perwakilan masyarakat eks Timtim telah bertemu dengan Presiden Jokowi pada 25 November 2021 lalau untuk membahas sejumlah aspirasi. Salah satu poinnya adalah pengadaan tanah untuk masyarakat eks Timtim.

Untuk itu, Kementerian ATR/BPN melakukan pemetaan sosial dan survei serta mencari akar masalah yang dihadapi para pejuang re-integrasi Timtim ke NTT.

Baca juga: Lahan Disiapkan untuk Relokasi Awal 1.048 KK Warga eks Timtim

Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Hukum Adat, Adli Abdullah menyampaikan, dalam survei di NTT ini, ditemukan data awal sebaran warga eks Timtim.

Baik itu di Belu, Melaka, Timur Tengah Utara, Timur Tengah Selatan, Kabupaten Kupang, dan Kota Kupang.

"Ditemukan lahan pengungsian yang sangat layak huni, kurang layak huni, dan masih ada juga yang masih tinggal di tempat tinggal sementara walau sudah berada di NTT 23 tahun," jelas Adli Abdullah.

Dia menjelaskan, terdapat warga yang menempati lahan sementara di 10 desa/kelurahan turut Kecamatan Amabi Oefeto dan Kecamatan Kupang Timur sebanyak 3.759 kepala keluarga (KK).

Terdapat pula warga eks Timtim yang masih tinggal di tempat penampungan sementara walau sudah 23 tahun di tanah aset pemerintah, TNI, dan Hak Guna Bangunan (HGB) yang berada di Desa Tuapukan dan Kelurahan Naibonat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.