Kompas.com - 28/01/2022, 13:30 WIB
Anggota Komisi A DPRD Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya Josiah Michael. FOTO ANTARA/HO-DPRD Surabaya.Anggota Komisi A DPRD Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya Josiah Michael.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggaran dan Pelandapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya  mengalami defisit sebesar Rp 12 miliar untuk pengelolaan 20 rumah susun sewa (rusunawa).

Padahal, 20 rusunawa tersebut dianggarkan sebesar Rp 15 miliar per tahun, sedangkan pendapatannya hanya Rp 3 miliar per tahun.

"Sehingga, mengalami defisit Rp 12 miliar per tahun," jelas Anggota Komisi A DPRD Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya Josiah Michael dikutip dari Antara, Jumat (28/1/2022).

Menurut Josiah, kondisi seperti ini akan memberatkan APBD Surabaya apabila tidak ada terobosan tata cara pengelolaan rusunawa.

Saat ini, tata cara pengelolaannya masih menggunakan cara lama sehingga menghambat pemenuhan kebutuhan rusunawa bagi warga masyarakat.

Dengan kondisi rusunawa seperti ini, dia beharap agar jangan sampai warga jadi tersingkir dari kotanya sendiri karena kesulitan memperoleh tempat tinggal.

Baca juga: Rusunawa Sawah Besar Semarang Dilengkapi Furnitur

Josiah mengatakan, salah satu hal yang mungkin bisa dilakukan seperti membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang khusus menangani rusunawa ini.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sebelumnya mengatakan, rusunawa menjadi alternatif hunian nyaman bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kota itu. 

"Saat ini, antrean penghuni rusunawa sudah mencapai belasan ribu lebih dan disesuaikan daya tampung dengan skala prioritas," terang Armuji.

Saat ini, ada 20 rusunawa yang dikelola Pemkot Surabaya. Dari puluhan rusunawa tersebut, Pemkot Surabaya akan mendata rusun-rusun mana saja yang akan menjadi prioritas pemeliharaan lebih dulu mengingat jumlah anggaran yang terbatas.

Adapun 20 rusunawa tersebut adalah Urip Sumoharjo, Dupak Bangunrejo, Sombo, Penjaringansari, Warugunung, Wonorejo, dan Tanah Merah.

Kemudian, Rusunawa Randu, Grudo, Pesapen, Jambangan, Siwalankerto, Romokalisari, Keputih, Bandarejo, Gununganyar, Dukuh Menanggal, Tambak Wedi, Indrapura, serta Babat Jerawat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.