Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kereta Api Perkotaan Berkonsep TOD Mulai Dikembangkan di Kota Bogor

Kompas.com - 18/12/2021, 14:30 WIB
Ardiansyah Fadli,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Bogor untuk mengembangkan perkeretaapian perkotaan di Kota Bogor.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dan Wali Kota Bogor Bima Arya disaksikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada acara peresmian Alun-Alun Kota Bogor, Jumat (17/12).

Penandatanganan MoU ini dimaksudkan sebagai komitmen awal dan landasan bagi KAI dan Pemkot Bogor melaksanakan sinergi berdasarkan kewenangan, kompetensi, program, dan kegiatan yang saling mendukung dalam pengembangan perkeretaapian di Kota Bogor.

Baca juga: Genjot Pendapatan, KCJB Bangun TOD di Halim dan Kota Baru di 3 Stasiun

Adapun ruang lingkupnya meliputi perencanaan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan serta melakukan kajian-kajian terhadap pengembangan perkeretaapian perkotaan di Kota Bogor.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, MoU ini merupakan suatu langkah kongkrit antara Pemerintah Daerah dan BUMN dalam memberikan layanan transportasi yang terintegrasi untuk masyarakat khususnya di Kota Bogor.

“MoU ini merupakan suatu langkah strategis KAI dan Pemkot Bogor untuk terus berkolaborasi dalam mengembangkan perkeretaapian di Kota Bogor berikut pengembangan kawasan yang terintegrasi,” kata Didiek dalam keterangannya, Jumat (18/12/2021). 

Kawasan di Kota Bogor akan dibangun secara inklusif berbasis pengembangan urban transport atau kereta api perkotaan.

Pengembangan perkeretaapian perkotaan tersebut akan mengusung konsep transit oriented development (TOD) yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bogor.

“Pengembangan perkeretaapian ini juga diharapkan akan semakin mempermudah mobilisasi masyarakat Koa Bogor menjadi lebih fleksibel dan lebih efisien dengan terintegrasinya stasiun antar moda,” ujarnya. 

Pada saat yang sama dilakukan pula peresmian akses baru Stasiun Bogor yang terintegrasi dengan Alun-Alun Kota Bogor dan peluncuran Kartu Multitrip edisi Kota Bogor yang dapat digunakan untuk bertransaksi pada KRL serta berbagai moda transportasi publik yang ada di Kota Bogor.

Didiek mengatakan, KAI akan terus berkolaborasi membangun kerjasama yang sinergis dengan stakeholder dan mendukung kemajuan ekosistem transportasi di Indonesia.

Langkah ini dengan terus menghadirkan upaya solusi transportasi yang terintegrasi yang berbasis konektivitas antar moda. Sebagaimana visi kereta api menjadi ekosistem transportasi terbaik di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak memungkinkan kerjasama kolaborasi antara KAI dan Pemkot Bogor dalam rangka integrasi transportasi yang efisien dan berbasis lingkungan,” pungkasnya. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Siap-siap, Bangunan Liar di Puncak Bogor Bakal Digusur

Siap-siap, Bangunan Liar di Puncak Bogor Bakal Digusur

Berita
Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Jokowi: Kalau Tidak Punya, Kita Kalah Saing

Resmikan Bandara Panua Pohuwato, Jokowi: Kalau Tidak Punya, Kita Kalah Saing

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Ciamis: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Ciamis: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Daerah yang Masuk Kawasan Aglomerasi DKJ Bisa Dapat Suntikan APBN

Daerah yang Masuk Kawasan Aglomerasi DKJ Bisa Dapat Suntikan APBN

Berita
Lahan Eks-HGU 250 Hektar di Ciawi Diserahkan kepada Masyarakat

Lahan Eks-HGU 250 Hektar di Ciawi Diserahkan kepada Masyarakat

Berita
Usai Tak Jadi Ibu Kota, Pembangunan di Jakarta Berbasis Kawasan Aglomerasi

Usai Tak Jadi Ibu Kota, Pembangunan di Jakarta Berbasis Kawasan Aglomerasi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Garut: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Garut: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Incar Pasar Lokal dan Asing, Vila Mewah di Bali Ditawarkan Rp 7,5 Miliar

Incar Pasar Lokal dan Asing, Vila Mewah di Bali Ditawarkan Rp 7,5 Miliar

Hunian
IKEA Kembali Rilis Produk Lawas, Karya 4 Desainer asal Swedia

IKEA Kembali Rilis Produk Lawas, Karya 4 Desainer asal Swedia

Interior
Hilangkan Bau Tak Sedap dari Wastafel dengan 5 Langkah Ini

Hilangkan Bau Tak Sedap dari Wastafel dengan 5 Langkah Ini

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purwakarta: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Purwakarta: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karawang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Karawang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Segera Rampung, Ini Progres Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jambi

Segera Rampung, Ini Progres Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jambi

Berita
Artotel Resmi Beroperasi di Gelora Senayan, Ada Alih Manajemen

Artotel Resmi Beroperasi di Gelora Senayan, Ada Alih Manajemen

Hotel
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com