Kompas.com - 06/12/2021, 16:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti mengatakan, teknologi 3D Concrete Printing (beton cetak 3D) dapat mendukung pembangunan sarana pendidikan seperti sekolah dan madrasah.

"Teknologi ini sangat membantu kita. Sehingga, bisa membangun lebih cepat, akurat, dan presisi," ucap Diana dalam siaran persnya, Senin (6/12/2021).

Diana melanjutkan, teknologi beton cetak 3D ini bisa dimasukkan dalam e-catalog agar proses lelang tidak membutuhkan waktu lama.

Dengan teknologi baru ini, dia berharap, akan terus dikembangkan untuk pembangunan sekolah sesuai dengan ketentuan prototipe Kementerian PUPR.

3D Concrete Printing menggunakan metode additive manufacturing (manufaktur aditif) yang menghasilkan cetakan objek 3 dimensi dari material mortar.

Baca juga: Beton Cetak 3D, Teknologi Kolaborasi Pemerintah, BUMN, dan Start-Up

Proses pencetakan dilakukan secara layer by layer (lapis demi lapis) hingga bangunan terbentuk secara utuh.

Metode ini akan mengubah ekosistem dalam dunia konstruksi menjadi lebih efektif dan efisien sehingga bisa menciptakan bangunan seperti rumah yang affordable (terjangkau) bagi seluruh kalangan.

Keunggulan teknologi ini yaitu mengurangi limbah material dan menghemat biaya dan waktu, meningkatkan kualitas konstruksi.

Selain itu, juga dapat memungkinkan pekerjaan dengan desain yang kompleks untuk dikerjakan.

Saat ini, terobosan di bidang teknologi konstruksi yang digunakan dalam mendukung roadmap tersebut yaitu penerapan Building Information Modelling (BIM).

Konsep BIM memberikan gambaran konstruksi virtual sebelum fisik yang sebenarnya untuk mengurangi ketidaksesuaian, meningkatkan keselamatan, dan menyelesaikan masalah interface struktur, arsitektur, serta mechanikal, elektrical, dan plumbing (MEP).

Adapun kebijakan dalam implementasi BIM Kementerian PUPR dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 22/PRT/M/2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.