Kompas.com - 08/11/2021, 22:00 WIB
Ilustrasi hotel. Pixabay/Ming DaiIlustrasi hotel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan kondisi sebelum berlangsungnya pandemi, Hotel Investment Strategis (HIS) memperkirakan hotel bintang 3 akan lebih cepat pulih di Bali saat ada dalam kondisi normal baru. 

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Hotel Investment Strategis Ross Woods dalam rilisnya yang diterima Kompas.com, Senin (11/8/2021).

Menurut Ross, dengan banyak ketidakpastian seputar pembukaan kembali Bali untuk turis internasional, para pemilik hotel, investor, dan operator perlu mempertimbangkan berbagai skenario dan jadwal pemulihan hotel yang kredibel.

Baca juga: Tertinggi di Asia Tenggara, Tiga Resor Thailand Dibeli Raksasa Hotel Hawaii

“Banyak faktor yang harus dipertimbangkan para pemilik hotel, investor, dan operator. Mulai dari perubahan kondisi ekonomi, kekhawatiran seputar perjalanan dan keselamatan, dan pembukaan kembali pembatasan wilayah,” jelasnya.

Berdasarkan hasil prediksi permintaan kamar untuk hotel berbintang di Bali sebelum terjadinya pandemi, telah memberi gambaran tentang potensi momentum di fase pemulihan dan normal baru.

Dengan memahami bagaimana pasar hotel berbintang dapat pulih akan sangat membantu pemilik hotel, pemberi pinjaman, dan investor untuk membuat keputusan strategis yang tepat.

Penelitian sebelumnya tentang tingkat hunian kamar dan permintaan kamar di Bali menunjukan bahwa sebagian besar hotel memiliki pengalaman yang sama untuk pulih dari kondisi-kondisi tak terduga.

Kondisi-kondisi tak terduga ini seperti ketika terjadi letusan gunung berapi atau bom Bali beberapa tahun silam. 

Sebaliknya tingkat komparatif pertumbuhan permintaan kamar yang terlihat di masa lalu antara hotel bintang 3, 4, dan 5 kemungkinan akan terjadi lagi dalam era Normal Baru.

“Oleh karena itu kami memperkirakan permintaan hotel bintang 3 tumbuh sedikit lebih cepat daripada permintaan hotel bintang 4,” ujar Ross.

Karena itu, HIS memperkirakan tingkat pertumbuhan permintaan kamar di hotel bintang 3 menjadi dua setengah kali lebih besar daripada hotel bintang 5 di tahun-tahun awal "Normal Baru".

“Bagi pemilik hotel dan investor yang mencari jalan keluar menuju pemulihan, tampaknya mustahil untuk tetap mengikuti perubahan pada kondisi terkina yang terus berubah,” jelasnya.

Bahkan bagi Ross pemulihan kondisi pandemi ini masih sangat tidak pasti sehingga yang dapat dilakukan adalah membuat prediksi dan mengambil langkah antisipatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.