Selamatkan Kawasan Puncak, PHRI Tanam Pohon dan Buat Sumur Resapan

Kompas.com - 08/11/2021, 19:30 WIB
peresmian jembatan gantung terpanjang di Bogor di kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANperesmian jembatan gantung terpanjang di Bogor di kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor

JAKARTA, KOMPAS.com - Turut berkontribusi dalam menyelamatkan kawasan puncak, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor telah melakukan penanaman pohon dan membuat sumur resepan.

Ketua PHRI Kabupaten Bogor Agus Candra Bayu dalam acara Pesan Puncak untuk Penyelamatan Kawasan Puncak, Senin (8/11/2021), mengatakan hal tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata dari PHRI.

“DPC PHRI kabupaten Bogor sudah turut serta berkontrobusi pada kawasan puncak dengan melakukan kegiatan penanaman pohon maupun teman restoran membuat sumur resapan,” jelas Agus.

Hal ini menurutnya sangat penting karena kawasan Puncak merupakan daerah penyangga bagi kawasan-kawasan di sekitarnya.

Baca juga: Cegah Banjir Jakarta, Pertamina Bangun 400 Sumur Resapan di Kawasan Puncak

Ke depanya ia berharap ada kerjasama yang berkelanjutan antara PHRI dengan Kementerian ATR/BPN serta Kementrian lain yang terkait.

“Harapan kami semoga kerja sama ini bisa mengembalikan Kawasan Puncak seperti kondisi dahulu di mana saat jam 3 atau 4 sore, kawasan ini sudah ada berkabut. Namun sekarang tidak lagi. Mudah-mudahan dengan penghijauan kondisi ini bisa kembali,” tegas Agus.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono menyampaikan kawasan Puncak merupakan merupakan bagian dari sub DAS hulu Ciliwung dan daerah tangkapan air (DTA) sungai Cisampai dengan luas kurang lebih 369 hektar.

“Kawasan hutan di DAS Ciliwung meliputi hutan konservasi, hutan produksi terbatas (HTP) dan hutan produksi HP seluruh DAS Ciliwung adalah sebesar 9,7 persen dan sisanya sebesar 90,3 persen adalah areal penggunaan lain,” jelasnya.

Baca juga: 327 Hektar Daerah Tangkapan Air di Puncak Ada di Lokasi Rawan Longsor

Menurut Agus, fungsi kawasan DAS Ciliwiung sebesar 42.607 hektar tediri dari hutan konservasi 2.095 hektar, HTP 9 hektar, HP 2.040 hektar dan areal penggunaan lain sebesar 38.462 hektar.

Sementara itu, kondisi penutupan lahan tahun 2019 DAS Ciliwung didominasi permukiman 26.193 hektar (61,5 persen), hutan tanaman 6.469 hektar (15,2 persen). 

Kemudian pertanian lahan kering 2.887 hektar (6,8 persen), serta hutan lahan kering sekunder 267,2 hektar (6,3 persen).

Sehingga total tutupan hutan di DAS Ciliwung tahun 2019 adalah 22,5 persen, dengan komposisi 7,3 persen berupa hutan alam dan 15,2 persen berupa hutan tanaman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.