Kompas.com - 16/09/2021, 11:00 WIB
Kereta Api Yogyakarta International Airport (KA YIA) yang melayani perjalanan antara Stasiun Tugu di Yogyakarta dan Stasiun YIA di Bandar Udara YIA, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Kereta Api Indonesia membuka layanan Rp 0 sejak soft opening pada 1 September 2021 hingga 16 September 201 mendatang. Ratusan orang menjajal kesempatan menumpang kereta api ini, mulai dari pelaku wisata hingga Forkompinda. KOMPAS.COM/DANI JULIUSKereta Api Yogyakarta International Airport (KA YIA) yang melayani perjalanan antara Stasiun Tugu di Yogyakarta dan Stasiun YIA di Bandar Udara YIA, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. PT Kereta Api Indonesia membuka layanan Rp 0 sejak soft opening pada 1 September 2021 hingga 16 September 201 mendatang. Ratusan orang menjajal kesempatan menumpang kereta api ini, mulai dari pelaku wisata hingga Forkompinda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan, setiap moda transportasi berbasis kereta diwajibkan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) khususnya layanan bagi penyandang disabilitas.

Kewajiban pemenuhan SPM tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 63 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nah selain aturan untuk umum juga ada aturan kewajiban pemenuhan SPM dalam bentuk penyediaan fasilitas untuk masyarakat berkebutuhan khusus yang tertuang dalam Permenhub Nomor PM 63 Tahun 2019," kata Zulfikri dalam diskusi virtual, Rabu (15/09/2021).

Baca juga: Transportasi Publik di Indonesia Kurang Ramah Difabel

Ada dua kewajiban yang harus dipenuhi oleh perusahaan moda transportasi perkeretaapian dalam menyediakan fasilitas untuk kelompok disabilitas.

Pertama, menyediakan sarana dan prasarana yang aksesibil, dan kedua, menyediakan personil untuk membantu penumpang berkebutuhan khusus.

Dikutip dar jdih.dephub.go.id,  berdasarkan Permenhub Nomor PM 63 Tahun 2019 berikut sejumlah fasilitas layanan kereta api yang wajib disediakan untuk penyandang disabilitas:

1. Musala (tempat solat)

Setiap musala yang terdapat di stasiun-stasiun besar kereta api wajib menyediakan tempat khusus untuk penyandang disabilitas.

Musala di stasiun besar ini harus dibangun dengan kapasitas sebanyak 24 orang. Terdiri dari laki-laki yaitu sebanyak 11 orang normal dan 2 orang penyandang disabilitas.

Kemudian perempuan 9 orang normal dan 2 orang penyandang disabilitas.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.