Tahun 2030, Tak Ada Lagi Pemukiman Kumuh di Perkotaan

Kompas.com - 13/07/2021, 13:00 WIB
Penataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha mencakup lahan seluas 31 hektar dengan anggaran APBN sebesar Rp 39,6 miliar.
Kementerian PUPRPenataan kawasan kumuh Bungkutoko dan Petoaha mencakup lahan seluas 31 hektar dengan anggaran APBN sebesar Rp 39,6 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tinggal di perkotaan kerap dinilai jauh lebih menjanjikan dibandingkan di pedesaan.

Kota dilihat banyak orang sebagai tempat yang potensial untuk mencari peruntungan dan mengais pundi-pundi rezeki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Persepsi itu muncul tentu bukan tanpa alasan. Perkantoran dan gedung-gedung tinggi pencakar langit mayoritas ada di perkotaan.

Hal itu juga menjadi salah satu daya tarik banyak orang untuk datang ke kota.

Baca juga: Dengan Program Kotaku, Kampung Tua Pontianak Tak Lagi Kumuh

Meski demikian, tak semua orang yang datang ke kota memiliki tujuan untuk bekerja di kantor, ada juga yang datang untuk berniaga, berwirausaha, atau berjualan di pinggir jalan.

Akibatnya, tren migrasi urban dari desa ke kota terjadi setiap tahunnya.

Momen itu terjadi terutama pasca-Lebaran. Warga pedesaan berbondong-bondong datang dan bermigrasi ke perkotaan dengan satu tujuan mencari pekerjaan.

Semakin banyaknya orang yang bermigrasi ke perkotaan membuat ruang hidup di kota semakin padat dan serba terbatas.

Mereka yang datang ke perkotaan pun rela tinggal di tempat yang seadanya untuk meminimalisasi pengeluaran.

Hal itu pula yang akhirnya mendorong munculnya pemukiman-pemukiman kumuh dan padat penduduk di perkotaan.

Baca juga: Tangkis Sentilan Kepala Bappenas, Khalawi Sebut Masalah Kota Kumuh Sudah Diatasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.