Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Kompas.com - 10/05/2021, 19:00 WIB
Guna menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan tol kelolaan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar simulasi evakuasi udara atau air evacuation. Simulasi dilaksanakan di dua titik, Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) KM 39, dan Jalan Tol Jagorawi KM 19, Senin (10/05/2021). Hilda B Alexander/Kompas.comGuna menekan angka kecelakaan dan fatalitas di jalan tol kelolaan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar simulasi evakuasi udara atau air evacuation. Simulasi dilaksanakan di dua titik, Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) KM 39, dan Jalan Tol Jagorawi KM 19, Senin (10/05/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Basarnas Marsekal Muda (Marsda) TNI Henri Alfiandi mengatakan pihaknya bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah mengkaji lokasi penempatan helikopter di rest area tertentu sebagai upaya penanganan kecelakaan di jalan tol melalui udara.

Penempatan helikopter di sejumlah rest area itu dilakukan agar waktu penanganan evakuasi kecelakaan dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

"Tapi tentunya proses helikopter ke tempat tujuan itu butuh waktu, oleh karena itu mungkin pergeseran lokasi di mana helikopter itu kita ditempatkan akan perhitungkan," kata Henri, Senin (10/05/2021).

Baca juga: Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Henri menjelaskan sejauh ini helikopter Basarnas masih didatangkan dari Landasan Udara (Lanud) Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat.

Jasa Marga telah menawarkan sejumlah titik lokasi sebagai tempat helikopter. Salah satu tempat potensial adalah di rest area jalan tol.

"Selanjutnya kita akan lihat, Jasa Marga sudah menawarkan kepada kita spot-spot tertentu, Jadi kemungkinan di rest area itu wajib ada tempat helipad, stand by," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Henri menuturkan pada hari atau momen tertentu seperti Lebaran, liburan Natal dan Tahun Baru, helikopter tersebut akan siaga di rest area.

Hingga saat ini Basarnas masih melakukan sejumlah kajian terkait statistik fatalitas kendaraan, kemudian waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi korban.

Baca juga: Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

"Kita akan lihat statistik berapa korban yang selama ini ada saat kecelakaan terjadi, berapa butuh waktunya. Di sinilah tuntutan ke depan untuk Basarnas dan Jasa Marga ambil peran untuk bisa bantu korban," katanya.

Diketahui, PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melakukan simulasi penanganan kecelakaan di jalan tol melalui udara dengan menggunakan helikopter, Senin (10/05/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X