Presiden Jokowi Ingin IKN Jadi Smart City Rujukan Dunia

Kompas.com - 18/04/2021, 16:00 WIB
Presiden Jokowi hadiri acara Hut IAP ke 50 secara virtual Presiden Jokowi Presiden Jokowi hadiri acara Hut IAP ke 50 secara virtual

 JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin agar Ibu Kota Negara (IKN) di Penajem Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi rujukan kota pintar atau smart city di dunia. 

"Mari kita rancang IKN baru di Kalimantan Timur menjadi kota dan kawasan yang benar-benar smart desain-nya, yang menjadi pionir kota rujukan dunia," kata Jokowi dalam sambutan HUT Ahli Perencanaan Indonesia (IAP), seperti dikutip Kompas.com dari Setkab.go.id, Sabtu (17/04/2021).

Untuk itu, Presiden mengajak Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) berkontribusi dalam membangun smart city atau kota pintar di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca juga: Diundang ke Istana Negara, Ini Masukan Lima Asosiasi Arsitek kepada Jokowi Soal IKN

Langkah ini bisa diawali dengan menerapkan desain pintar di provinsi-provinsi seluruh Indonesi agar menjadi smart provinces.

Menurut Jokowi, istilah kota pintar atau smart city serta rumah pintar atau smart home saat ini sangat populer digunakan di berbagai negara.

Sayangnya, kota pintar seringkali hanya diartikan sebagai smart digital city atau kota yang terkoneksi secara digital dan melakukan banyak automasi dengan menggunakan Internet of Things (IoT) dan perangkat digital lainnya.

Demikian pula dengan rumah pintar, yang lebih diartikan sebagai rumah yang diotomatiskan oleh IoT.

Buka pintu, buka gorden, menyalakan lampu, dan lain-lainnya secara otomatis, bahkan juga memasak secara otomatis dikendalikan dari jarak jauh.

"Pengguna rumah dimanjakan oleh perangkat dan sistem kerja yang serba otomatis yang dikendalikan dari jauh,” tuturnya.

Baca juga: Mengapa Kondisi Jalan di Indonesia Tak Semulus UEA, Malaysia dan Singapura?

Padahal, kata Jokowi, yang terpenting dari konsep smart city adalah desainnya yang smart.

Desain yang smart adalah yang menjaga lingkungan, sosial, dan juga memberikan kemudahan dan dampak positif bagi masyarakat.

Jokowi menilai, dasar dari kota pintar adalah desainnya yang pintar, ditunjang perangkat digital untuk meningkatkan kenyamanan warganya.

Demikian pula jika cakupan wilayahnya ditingkatkan menjadi tingkat provinsi, smart province, dan juga ketika ditingkatkan menjadi tingkat nasional atau menjadi smart Indonesia.

“Desainnya yang smart, smart secara kultural, smart secara sosial, dan smart secara ekonomi. Dan kemudian ditopang oleh teknologi termasuk automasi Internet of Things yang meningkatkan kebahagiaan warganya,” imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 109,77 Persen

Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 109,77 Persen

Berita
Percepat Operasional Kawasan Industri Halal, Menperin Bakal Revisi Permen 17/2020

Percepat Operasional Kawasan Industri Halal, Menperin Bakal Revisi Permen 17/2020

Kawasan Terpadu
Menurut Sandi, Ruang Kantor Fleksibel Sangat Dibutuhkan Start-up

Menurut Sandi, Ruang Kantor Fleksibel Sangat Dibutuhkan Start-up

Perkantoran
6 Keuntungan Menggunakan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

6 Keuntungan Menggunakan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

Interior
Konstruksi Capai 35,2 Persen, SPAM Durolis Layani 200.000 Jiwa di Riau

Konstruksi Capai 35,2 Persen, SPAM Durolis Layani 200.000 Jiwa di Riau

Fasilitas
Bendungan Kamijoro, Destinasi Wisata Baru yang Dilengkapi Taman 4 Hektar

Bendungan Kamijoro, Destinasi Wisata Baru yang Dilengkapi Taman 4 Hektar

Fasilitas
Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Berita
MRT Jakarta Tetap Beroperasi Saat Idulfitri, Ini Jadwalnya

MRT Jakarta Tetap Beroperasi Saat Idulfitri, Ini Jadwalnya

Berita
Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Berita
Pemeliharaan Jembatan Sungai Bojo Selesai Akhir Mei 2021

Pemeliharaan Jembatan Sungai Bojo Selesai Akhir Mei 2021

Berita
Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali Hanya 20.000 Unit Selama H-4

Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali Hanya 20.000 Unit Selama H-4

Berita
Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Berita
Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
komentar
Close Ads X