Apindo Desak Pemerintah Perluas Insentif PPN untuk Rumah Inden

Kompas.com - 16/03/2021, 13:30 WIB
Ilustrasi rumah. Dok. BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRIlustrasi rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang mendesak Pemerintah memperluas insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun (rusun) inden.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar mengungkapkan hal itu dalam sambutannya pada webinar Sosialisasi Peraturan Pelaksana Undang-undang Cipta Kerja, Selasa (16/3/2021).

"Ini juga sebaiknya insentif PPN DTP tidak terbatas pada rumah jadi, namun juga rumah inden," jelas Sanny.

Menurut dia, kebijakan tersebut sangat diperlukan karena sebagian besar pembelian properti menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/KPA) untuk inden.

Insentif tersebut dapat membuat sektor properti memperoleh stimulus yang tepat.

Selain itu, dia meminta agar insentif PPN DTP bisa diperluas dan diperpanjang hingga industri properti benar-benar bangkit kembali.

Baca juga: Insentif PPN Properti Dianggap Menguntungkan Pengembang Besar, Mengapa?

Dengan demikian, hal itu akan berdampak pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Untuk diketahui, Pemerintah mengalokasikan anggaran PEN sebesar Rp 5 triliun untuk insentif PPN pembelian rumah atau properti.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dukungan PPN DTP diberikan untuk menstimulasi konsumsi masyarakat di tengah Pandemi Covid-19, terutama bagi kelas menengah.

"Dukungan dunia usaha ditingkatkan untuk jump-start ekonomi dan menjaga keberlangsungan sektor strategis," ucap Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Khusus untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar, Pemerintah menanggung seluruh atau 100 persen PPN.

Selain itu, Pemerintah juga memberikan insentif untuk rumah dengan harga di atas Rp 2 miliar hingga maksimal Rp 5 miliar.

PPN DTP yang terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual sebesar itu hanya 50 persen.

Kebijakan tersebut berlaku selama enam bulan yaitu Maret hingga Agustus 2021.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hingga Dua Hari Jelang Lebaran, 462.560 Kendaraan ke Luar Jabotabek

Hingga Dua Hari Jelang Lebaran, 462.560 Kendaraan ke Luar Jabotabek

Berita
Tanpa Menguras Kantong, Begini Dekorasi Murah Meriah Sambut Lebaran

Tanpa Menguras Kantong, Begini Dekorasi Murah Meriah Sambut Lebaran

Interior
[POPULER PROPERTI] Video Viral, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Bisa Bernyanyi 'Selamat Ulang Tahun'

[POPULER PROPERTI] Video Viral, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Bisa Bernyanyi "Selamat Ulang Tahun"

Berita
Mobilisasi Lahan 8 Ruas Tol Trans-Sumatera, Hutama Karya Butuh Rp 4,6 Triliun

Mobilisasi Lahan 8 Ruas Tol Trans-Sumatera, Hutama Karya Butuh Rp 4,6 Triliun

Berita
BTN Biayai KPR Adhi City Sentul, Bunga Tetap dan Bebas Angsuran Setahun

BTN Biayai KPR Adhi City Sentul, Bunga Tetap dan Bebas Angsuran Setahun

Perumahan
Videonya Viral, Jalan Tol Ini Bisa Bernyanyi 'Selamat Ulang Tahun'

Videonya Viral, Jalan Tol Ini Bisa Bernyanyi "Selamat Ulang Tahun"

Berita
Volume Lalin di Tol Luar Pulau Jawa Turun hingga 49 Persen

Volume Lalin di Tol Luar Pulau Jawa Turun hingga 49 Persen

Berita
WIKA Raih Rekor MURI Kompetisi Building Information Modelling

WIKA Raih Rekor MURI Kompetisi Building Information Modelling

Berita
Rusun TNI di Gorontalo Mulai Dibangun, Anggarannya Rp 19,5 Miliar

Rusun TNI di Gorontalo Mulai Dibangun, Anggarannya Rp 19,5 Miliar

Apartemen
Lippo Cetak Pra-penjualan 2020 Senilai Rp 2,67 Triliun

Lippo Cetak Pra-penjualan 2020 Senilai Rp 2,67 Triliun

Berita
Rutena, Aplikasi Informasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana

Rutena, Aplikasi Informasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana

Berita
Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (2)

Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (2)

Berita
Turun 33 Persen, 381.851 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-3 Lebaran

Turun 33 Persen, 381.851 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-3 Lebaran

Berita
WeWork Tunjuk Balder Tol sebagai General Manager Baru Australia dan Asia Tengara

WeWork Tunjuk Balder Tol sebagai General Manager Baru Australia dan Asia Tengara

Perkantoran
Ganti Rugi Tanah Tol Yogyakarta-Solo Seksi I Telah Dibayar Rp 1,15 Triliun

Ganti Rugi Tanah Tol Yogyakarta-Solo Seksi I Telah Dibayar Rp 1,15 Triliun

Berita
komentar
Close Ads X