Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/03/2021, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi meningkatkan kesadaran dan dorongan masyarakat untuk memiliki rumah.

Sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang mengharuskan masyarakat untuk menghabiskan waktu (bekerja dan beraktivitas) di rumah menumbuhkan kebutuhan akan rumah yang lebih berkualitas.

Menurut Country Head Rumah.com Marine Novita, optimisme konsumen ini merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir atau sejak Pemilu 2019.

"Para pencari properti meningkat, ini merupakan sentiment index tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Konsumen lebih optimistis," ujar Marine dalam diskusi virtual, Selasa (16/03/2021).

Baca juga: Viral Rumah 13 Meter Persegi, Komentar Warganet dan Pertimbangan Layak Huni

Peningkatan pencarian rumah ini dipengaruhi sejumlah relaksasi yang diberikan Pemerintah seperti rasio Loan to Value/Finance to Value (LTV/FTV) menjadi 100 persen atau dengan kata lain uang muka yang harus dibayar konsumen 0 persen.

Kemudian pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk hunian ready stock seharga maksimal Rp 2 miliar, dan penurunan suku bunga acuan BI 7-Days Reserve Revo Rate menjadi 3,5 persen.

Selain itu, upaya perbankan menurunkan suku bunga dan memperpanjang tenor KPR dari sisi pembelian juga meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dari total 1.078 responden yang disurvei Rumah.com, sebanyak 53 persen pencari rumah mulai berpikir untuk membeli rumah saat ini atau dalam 1-2 tahun ke depan.

Mereka mempertimbangkan untuk membeli hunian di luar Jabodetabek.

Area favorit yang dipertimbangkan bila pindah adalah Jawa Barat sebanyak 42 persen, Yogyakarta 27 persen, Jawa Tengah 19 persen, dan Bali 17 persen.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+