[POPULER PROPERTI] Modus Mafia Tanah, dari Manipulasi Girik hingga Main di Pengadilan

Kompas.com - 05/03/2021, 10:00 WIB
Seorang warga Gorontalo memperlihatkan sertifikat tanah yang baru dimilikinya di samping Wakil Gubernur Idris Rahim. KOMPAS.COM/HARIS RADJUSeorang warga Gorontalo memperlihatkan sertifikat tanah yang baru dimilikinya di samping Wakil Gubernur Idris Rahim.

JAKARTA, KOMPAS.com- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkapkan, mafia tanah menjalankan aksinya dengan melakukan pemalsuan dokumen pertanahan.

Pemalsuan dokumen ini termasuk memanfaatkan girik dan memanipulasinya sebagai alas hak atas tanah yang mereka klaim.

Akibat yang ditimbulkan dari ulah mafia ini adalah sengketa dan konflik pertanahan, sehingga menyulitkan pemerintah memberikan kepastian hukum hak atas tanah.

Artikel tersebut menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com edisi Jumat 5/3/2021).

Selain memanipulasi girik, mafia tanah juga kerap memprovokasi segelintir masyarakat untuk menggarap atau mengokupasi tanah-tanah yang kosong atau sedang dimanfaatkan.

Informasi selengkapnya terkait modus mafia tanah bisa Anda dapatkan melalui tautan ini:

Modus Mafia Tanah, dari Manipulasi Girik hingga Main di Pengadilan

Alih-alih sumur resapan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat mencontoh Tokyo membuat bendungan bawah tanah raksasa sebagai sistem pengendali banjir.

Ibu kota Jepang tersebut telah menerapkannya dengan konsep parthenon.

Ketua Dewan Pembina Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta mengatakan, solusi tersebut dilakukan Tokyo karena pernah mengalami banjir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X