Akhmad Zaenuddin, S.H, M.H
Advokat

Managing Partner pada Akhmad Zaenuddin & Partners (AZLAW). Sarjana Hukum dari Universitas Bung Karno dan Magister Hukum dari Universitas Gadjah Mada.

Pernah bekerja di LBH Jakarta dan ADAMS & Co, Counsellors at Law. Advokat terdaftar di PERADI dan berpraktik sejak 2014, khususnya Litigasi Komersial.

Pernah membela perusahaan-perusahaan besar, baik nasional maupun multinasional di berbagai bidang hukum di antaranya Perdata, Perbankan, Perlindungan Konsumen, Pertambangan, Ketenagakerjaan, Kepailitan, dan PKPU

HP: 0821-2292-0601
Email: ahmadzae18@gmail.com

Bagasi Hilang Saat Terbang? Penumpang Bisa Tuntut Maskapai di Luar Ketentuan

Kompas.com - 03/09/2021, 06:00 WIB
Ilustrasi koper penumpang yang ingin keluar negeri Dok. ShutterstockIlustrasi koper penumpang yang ingin keluar negeri

Kita mungkin sudah sering dengar kasus bagasi hilang atau rusak saat menggunakan moda transportasi pesawat terbang.

Atau, mungkin di antara kita sudah pernah mengalami peristiwa tersebut.

Satu hal yang pasti terjadi dari peristiwa tersebut adalah kerugian bagi pihak penumpang. Kerugian yang dialami bisa berupa materiil maupun immaterial.

Pertanyaan yang kemudian patut dilontarkan, siapa yang bertanggungjawab terhadap kerugian tersebut? Bagaimana bentuk pertanggungjawabannya?

Pertanggungjawaban hukum

Secara umum, regulasi transportasi udara dengan pesawat terbang di Indonesia diatur dengan UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Beleid tersebut diterbitkan di antaranya untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan optimal bagi seluruh pihak serta membantu terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis.

Baca juga: Tidak Berhutang Pinjol tapi Ditagih Bayar, Bagaimana Hukumnya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam perkembangannya, berdasarkan kewenangan yang dimiliki, Menteri Perhubungan menerbitkan beberapa regulasi untuk mengatur lebih lanjut pelaksanaan UU No. 1 Tahun 2009.

Salah satu regulasi yang diterbitkan adalah Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

Terkait peristiwa hilang atau rusaknya bagasi penumpang saat penerbangan, terdapat beberapa ketentuan yang mengaturnya, baik UU No. 1 Tahun 2009 maupun Permenhub No. 77 Tahun 2011.

Sebelum membahas lebih lanjut pertanggungjawaban hukumnya, terlebih dahulu perlu diketahui bahwa menurut regulasi, bagasi penumpang dibedakan menjadi dua jenis, yakni bagasi kabin dan bagasi tercatat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.