Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 10/02/2023, 21:07 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Perawatan tanaman cabai diperlukan untuk mencegah tanaman terserang hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang bisa menyerang tanaman cabai adalah penyakit patek.

Dilansir dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, penyakit antraknosa atau penyakit patek masih menjadi momok bagi petani cabai, karena bisa menyebabkan kegagalan panen. Penyakit patek menyebabkan tanaman cabai siap panen banyak yang membusuk.

Jika tanaman cabai sudah mulai terkena antraknose, maka pengendaliannya akan sulit dilakukan. Penyakit patek merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman cabai keriting, cabai besar dan cabai rawit karena banyak mendatangkan kerugian.

Baca juga: Cara Membasmi Kutu Daun dengan Campuran Bawang dan Cabai Rawit

Ilustrasi penyakit patek pada tanaman cabai atau antraknose. SHUTTERSTOCK/CHA_K Ilustrasi penyakit patek pada tanaman cabai atau antraknose.

Kehilangan hasil cabai diperkirakan berkisar antara 20 sampai 90 persen, terutama pada saat musim penghujan.

Patogen utama penyakit antraknose pada cabai di Indonesia paling banyak disebabkan oleh jamur Colletotrichum acutatum Simmon.

Penyakit antraknose yang disebabkan oleh jamur C. acutatum dapat menyerang semua fase buah cabai baik yang masak maupun yang masih muda, tetapi tidak menyerang daun dan batang tanaman cabai.

Adapun penyakit antraknose yang disebabkan oleh jamur C. coccodes dapat menyerang tanaman cabai di persemaian pertama kali ditemukan di Korea.

Baca juga: Cara Mencegah Bunga dan Buah Cabai Rontok

Pengendalian penyakit patek cabai

Pengendalian penyakit patek cabai antara lain dapat menggunakan benih sehat, biasanya cabai rawit lokal lebih tahan terhadap penyakit patek. Lakukan penyemprotan dengan fungisida atau agens hayati yang tepat, terutama tanaman berumur 20 hari di persemaian atau 5 hari sebelum dipindahkan ke lahan.

Perawatan di lingkungan sekitar tanaman mutlak dilakukan, terutama cabang air, penyiangan gulma dan pengaliran air yang tergenang.

Halaman:


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com