Kompas.com - 04/09/2021, 10:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebanyakan orang sudah familiar menggunakan vacuum cleaner untuk menghilangkan debu dan kotoran dari karpet.

Namun, untuk memastikan perawatan dan perlindungan terbaik karpet Anda, ada beberapa pertimbangan penting yang harus diperhatikan saat menyedot debu dari karpet menggunakan vacuum cleaner. 

Dikutip dari laman The Spruce, Sabtu (4/9/2021), berikut ini beberapa cara tepat menggunak untuk menyedot debu dari karpet. 

Baca juga: Mudah, Cara Membuat Disinfektan untuk Karpet

Pilih vakum yang tepat 

Ada begitu banyak penyedot debu atau vacuum cleaner yang tersedia di pasaran saat ini. Meski begitu, tidak semua penyedot debu diciptakan sama. Jadi, penting memilih penyedot debu yang cukup memenuhi kebutuhan karpet Anda.

Jika membeli karpet baru untuk rumah, pertimbangkan untuk memeriksa dengan produsen karpet untuk melihat apakah ada fitur tertentu yang direkomendasikan untuk karpet baru Anda.

Misalnya, "karpet lembut" baru yang sangat populer saat ini mungkin memerlukan jenis penyedot debu yang berbeda dari karpet tradisional.

Baca juga: Catat, 8 Kotoran Ini Tidak Boleh Dibersihkan dengan Vacuum Cleaner 

Sikat pemukul 

Banyak penyedot debu memiliki sikat berputar, yang dikenal sebagai batang pengocok, yang dirancang untuk mengaduk serat karpet untuk membantu melonggarkan tanah jauh di dalam tumpukan.

Fitur ini sangat membantu di banyak karpet, tetapi dapat merusak gaya tertentu. Misalnya, karpet model melingkar seperti Berber tidak boleh disedot dengan sikat pemukul karena dapat mengendurkan serat dan menyebabkan loop terlihat "kabur". 

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Robot Vacuum Cleaner

Selain itu, jika ada untaian kecil serat yang terlepas dari loop, itu bisa menjadi melilit palang pemukul dan ditarik dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga ditarik keluar dari beberapa baris, menciptakan lintasan di karpet.

Karpet yang terbuat dari serat alami seperti wol juga tidak boleh disedot dengan sikat pemukul.

Untuk itu, bila memiliki salah satu dari jenis karpet ini, jangan memilih penyedot debu dengan batang pengocok atau pilihlah karpet yang memungkinkan batang pengocok dimatikan sehingga penyedot debu akan beroperasi hanya dengan menggunakan pengisap. 

Baca juga: Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Vacuum Cleaner 

Bersihkan benda-benda dari karpet

Sebelum memulai menyedot debu pada karpet, bersihkan benda-benda dari karpet yang terlalu besar untuk disedot seperti mainan kecil, koin, dan klip kertas. 

Barang-barang ini harus diambil dengan tangan untuk menghindari kemungkinan tersangkut di ruang hampa udara dan mengganggu pengisapan atau menyebabkan kerusakan pada ruang hampa udara. 

Baca juga: 8 Kesalahan Menggunakan Vacuum Cleaner yang Mungkin Kamu Lakukan 

Gunakan alat tambahan 

Sebagian besar penyedot debu dilengkapi dengan sambungan selang untuk memudahkan menyedot debu pada tempat yang sulit dijangkau dan untuk menyedot debu pelapis. 

Untuk melakukannya, Anda dapat memanfaatkan alat tambahan atau sambungan. Gunakan tambahan celah di sepanjang alas tiang di tepi ruangan untuk membantu mencegah penumpukan debu dan kemungkinan kotoran filtrasi.

Tambahan pelapis pada penyedot debu baik digunakan pada karpet halus seperti wol atau sutra—serat yang tidak boleh disedot dengan sikat pengocok. Geser pelan-pelan alat tambahan pelapis di atas karpet agar tidak merusak karpet. 

Baca juga: 7 Kegunaan Lain Vacuum Cleaner, Tidak Hanya untuk Menyedot Debu

Menyedot debu sesering mungkin 

Seberapa sering harus menyedot debu pada karpet tergantung pada tingkat lalu lintas dan aktivitas di rumah. Minimal seminggu sekali Anda harus menyedot debu pada karpet. .

Untuk rumah dengan lalu lintas tinggi atau memiliki hewan peliharaan, penyedot debu lebih sering diperlukan, Anda harus lebih sering menyedot debu sebanyak dua kali,mbahkan tiga kali per minggu.

Hal ini akan melepaskan alergen seperti dari serat karpet dan membantu menjaga karpet tetap baik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Spruce
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.