Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9.000 Pasien di Jalur Gaza Perlu Evakuasi untuk Perawatan Darurat

Kompas.com - 31/03/2024, 09:47 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Sabtu (30/3/2024) mengatakan, sekitar 9.000 pasien di Jalur Gaza memerlukan evakuasi untuk mendapatkan perawatan darurat.

“Dengan hanya 10 rumah sakit yang berfungsi minimal di seluruh #Gaza, ribuan pasien terus kehilangan layanan kesehatan,” tulis Tedros di media sosial X, sebelumnya bernawa Twitter.

WHO menyebutkan, sebelum perang Gaza memiliki 36 rumah sakit.

Baca juga: Dokter yang Kunjungi RS Gaza Tercengang, Kondisi Anak-anak Palestina Begitu Miris

“Sekitar 9.000 pasien harus segera dievakuasi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa, termasuk pengobatan kanker, cedera akibat pemboman, dialisis ginjal, dan kondisi kronis lainnya,” lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.

Jumlah tersebut naik dari 8.000 dalam penilaian WHO sebelumnya pada awal Maret 2024.

Pertempuran darat selama berminggu-minggu terkadang juga terjadi di sekitar rumah sakit di Gaza, padahal fasilitas-fasilitas itu menampung ribuan orang yang kehilangan rumah atau mengungsi dari pertempuran tersebut.

Gaza pun hampir mengalami blokade total. Sejumlah LSM serta PBB menuduh Israel menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan oleh 2,4 juta penduduk, sebagian besar tinggal di Rafah di ujung selatan wilayah tersebut.

Baca juga:

Tedros mengatakan, “Sejauh ini, lebih dari 3.400 pasien telah dirujuk ke luar negeri melalui Rafah, termasuk 2.198 orang luka-luka dan 1.215 orang sakit. Namun, masih banyak lagi yang harus dievakuasi.

“Kami mendesak Israel mempercepat persetujuan evakuasi sehingga pasien kritis dapat dirawat. Setiap momen itu penting.”

Sebelum perang, 50 hingga 100 pasien setiap hari dipindahkan ke Yerusalem Timur atau Tepi Barat, yang setengah di antaranya untuk pengobatan kanker.

Baca juga: Apakah Resolusi PBB tentang Gencatan Senjata di Gaza Mengikat Israel?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

 [POPULER GLOBAL] 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak | Warga Gaza Bandingkan Kondisi dengan Hamas

[POPULER GLOBAL] 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak | Warga Gaza Bandingkan Kondisi dengan Hamas

Global
Isi Bantal Leher dengan Barang demi Hindari Biaya Bagasi, Penumpang Ini Dilarang Terbang

Isi Bantal Leher dengan Barang demi Hindari Biaya Bagasi, Penumpang Ini Dilarang Terbang

Global
Warga Gaza: Pemimpin Hamas di Qatar Tidur Nyenyak Makan dan Minum, Kami Menderita

Warga Gaza: Pemimpin Hamas di Qatar Tidur Nyenyak Makan dan Minum, Kami Menderita

Global
Wanita Jepang Siapkan Makan Sebulan untuk Suaminya Sebelum Melahirkan

Wanita Jepang Siapkan Makan Sebulan untuk Suaminya Sebelum Melahirkan

Global
Houthi Gunakan Drone Perahu untuk Serang Kapal Komersial

Houthi Gunakan Drone Perahu untuk Serang Kapal Komersial

Global
Tinggal 20 Persen Pohon Sehat di Jerman, Indonesia Bagaimana?

Tinggal 20 Persen Pohon Sehat di Jerman, Indonesia Bagaimana?

Global
Selesaikan Wajib Militer, Jin BTS Langsung Bawakan Hit KPop 'Dynamite'

Selesaikan Wajib Militer, Jin BTS Langsung Bawakan Hit KPop "Dynamite"

Global
Ada Penyiksa dan Pembunuh di Antara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Ada Penyiksa dan Pembunuh di Antara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Global
Di Kafe Ini Dilarang Bawa Ponsel, Hanya Boleh Ngobrol dan Bermain Mainan Papan

Di Kafe Ini Dilarang Bawa Ponsel, Hanya Boleh Ngobrol dan Bermain Mainan Papan

Global
Kebakaran Pasar Hewan Liar Thailand, Lebih 1.000 Hewan Terbunuh

Kebakaran Pasar Hewan Liar Thailand, Lebih 1.000 Hewan Terbunuh

Global
NATO Awasi Tindakan Agen Rusia atas Serangan Hibrida

NATO Awasi Tindakan Agen Rusia atas Serangan Hibrida

Global
Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Internasional
Gelombang Panas Tak Tertahankan, Yunani Tutup Situs Kuno Acropolis

Gelombang Panas Tak Tertahankan, Yunani Tutup Situs Kuno Acropolis

Global
Pria 98 Tahun Diyakini Jadi Donor Organ Tertua di AS

Pria 98 Tahun Diyakini Jadi Donor Organ Tertua di AS

Global
Hezbollah Luncurkan 250 Roket ke Israel Usai Komandannya Tewas, Terbanyak sejak Oktober

Hezbollah Luncurkan 250 Roket ke Israel Usai Komandannya Tewas, Terbanyak sejak Oktober

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com