Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kremlin: Bocornya Rekaman Militer Jerman Jadi Bukti Barat Terlibat Langsung di Ukraina 

Kompas.com - 04/03/2024, 17:26 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Kremlin pada Senin (4/3/2024) mengatakan, bocornya isi dari percakapan antara para pejabat Jerman tentang potensi serangan terhadap Crimea membuktikan bahwa negara-negara Barat berpartisipasi dalam konflik di Ukraina.

Seperti diketahui, publik internasional belakangan dihebohkan dengan bocornya sebuah rekaman pembicaraan rahasia militer Jerman. Rekaman itu tersebar di media sosial pada Jumat (1/3/2024).

Jerman mengatakan, mereka yakin rekaman tersebut menampilkan percakapan yang "disadap" di divisi angkatan udara, namun tidak dapat memastikan apakah rekaman tersebut telah diedit atau tidak. 

Baca juga: Percakapan Rahasia Jerman-Ukraina Bocor, Ungkap Rencana Bombardir Crimea

"Rekaman itu sendiri menunjukkan bahwa Bundeswehr sedang mendiskusikan secara substantif dan secara khusus rencana untuk menyerang wilayah Rusia," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip dari AFP.

Percakapan tersebut, kata dia, sekali lagi menyoroti keterlibatan langsung Barat secara kolektif dalam konflik di Ukraina.

Peskov berbicara ketika Duta Besar Jerman untuk Rusia dipanggil ke Kementerian Luar Negeri di Moskwa.

Duta Besar Alexander Graf Lambsdorff meninggalkan gedung Kementerian tanpa memberikan komentar apapun, demikian dilaporkan oleh kantor-kantor berita Rusia. 

Ukraina telah lama meminta Jerman untuk menyediakan rudal Taurus, yang dapat menjangkau target hingga 500 kilometer.

Kanselir Jerman Olaf Scholz sejauh ini menolak untuk mengirimkan rudal tersebut, karena khawatir hal itu akan menyebabkan eskalasi konflik.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-738 Serangan Rusia ke Ukraina: Info Rahasia Perang Tersebar di Medsos | Scholz Janji Selidiki

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com