Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Turis Australia yang Hilang di Zimbabwe Selama Seminggu Belum Ditemukan

Kompas.com - 27/02/2024, 13:15 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

HARARE, KOMPAS.com - Seorang turis Australia yang dilaporkan hilang akhir pekan lalu di Zimbabwe dekat Air Terjun Victoria belum juga ditemukan.

Menurut informasi baru yang dirilis Senin (26/2/2024) oleh pejabat taman nasional, turis berusia 67 tahun, yang namanya belum dirilis, dilaporkan hilang pada Jumat (23/2/2024) di daerah dekat Taman Nasional Air Terjun Victoria Zimbabwe.

Para pejabat mengatakan pada saat itu bahwa pencarian dengan anjing pelacak sedang dilakukan. 

Baca juga: Pilot Asal Australia Disandera di Dataran Tinggi Papua Nugini

Dilansir dari Guardian, juru bicara Otoritas Pengelolaan Taman Nasional dan Margasatwa Zimbabwe Tinashe Farawo mengatakan bahwa turis yang hilang itu adalah seorang pria dan terakhir kali terdengar kabarnya pada 17 Februari. 

Turis yang bepergian sendirian itu menginap di penginapan mewah sekitar 3 km dari taman hutan hujan. 

Dia mengatakan kepada manajemen penginapan pada tanggal 17 Februari bahwa dia sedang menuju ke taman, kata Farawo. 

Namun, pria tersebut tidak terlihat memasuki taman dalam rekaman CCTV yang ditinjau. Dia juga tidak termasuk di antara mereka yang tercatat memasuki taman, seperti yang biasanya dilakukan untuk tujuan akuntabilitas dan keamanan, kata Farawo. 

“Kami telah memutar ulang rekaman CCTV, catatan fisik di pintu masuk air terjun, tidak ada catatan dia masuk. Tim pencari kami juga telah memeriksa hutan hujan. Tidak ada tanda-tanda keberadaannya," kata Farawo. 

“Kami sedang mencari petunjuk lain karena sepertinya dia tidak pernah memasuki hutan hujan,” tambahnya. 

Farawo tidak mengungkapkan rincian lainnya dan mengatakan penyelidikan masih berlangsung. 

Baca juga: Pertemuan Menhan Indonesia-Australia Bahas Pertahanan dan Sektor Lain

Kejadian seperti ini jarang terjadi di Air Terjun Victoria, sebuah destinasi yang menarik ribuan wisatawan dari seluruh dunia karena air yang turun lebih dari 108 meter dari Sungai Zambezi ke jurang di bawahnya. Panorama kabut terlihat dari jarak berkilo-kilometer jauhnya. 

Dinas Pertamanan mengerahkan tim yang terdiri dari polisi dan penjaga hutan dengan anjing pelacak, pelacak darat profesional, dan drone untuk melacak turis Australia tersebut pada Jumat. 

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Pilot Rusia Membelot | Australia Bangun AL Terbesar

Beberapa kasus telah tercatat di taman-taman lain. Seorang turis Jerman yang dilaporkan hilang pada Oktober lalu di Taman Nasional Matusadona, yang dipenuhi hewan liar di Zimbabwe utara, ditemukan hidup dan dalam keadaan sehat tiga hari kemudian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Guardian

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com