Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dicurigai Berkonspirasi, Jurnalis Perancis Ditahan Otoritas Ethiopia

Kompas.com - 27/02/2024, 11:49 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber DW

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Dinas keamanan Ethiopia telah menahan seorang jurnalis Perancis yang sedang bertugas sebagai tim pemberitaan di negara tersebut.

Antoine Galindo, warga negara Perancis, seorang reporter untuk situs berita Africa Intelligence yang berbasis di Paris, ditahan oleh pasukan keamanan dengan pakaian sipil pada tanggal 22 Februari.

Dilansir dari DW (27/2/2024), kelompok Indigo Publications, penerbit Africa Intelligence, menyerukan agar reporter tersebut segera dibebaskan.

Baca juga: Iffatul Umniati Raih Doktor di Universitas Al Azhar, Predikat Summa Cumlaude

Mereka mengatakan jurnalis tersebut ditahan karena dicurigai melakukan konspirasi untuk menciptakan kekacauan di Ethiopia.

Galindo hadir di hadapan hakim pada tanggal 24 Februari, atas tuduhan berkonspirasi dengan dua kelompok bersenjata untuk memicu kerusuhan di ibu kota, kata pengacara Galindo kepada Komite Perlindungan Jurnalis, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja untuk menegakkan kebebasan pers di seluruh dunia. 

Pengacara Galindo mengatakan polisi belum memberikan bukti substantif yang mendukung tuduhan mereka. 

Galindo juga belum didakwa dan pengadilan mengatakan dia akan ditahan hingga 1 Maret, tanggal yang dijadwalkan untuk hadir di pengadilan berikutnya.

Jurnalis tersebut ditahan di Hotel Skylight Ethiopia di ibu kota Addis Ababa saat mewawancarai pejabat politik Front Pembebasan Oromo (ORF), sebuah partai yang diakui secara hukum di Ethiopia, kata pengacaranya. 

Pejabat politik itu juga ditahan.

Galindo tiba di Addis Ababa pada 13 Februari untuk meliput pertemuan puncak Uni Afrika serta berita di negara tersebut. 

Baca juga: Presiden Perancis: Seperti Ini Langkah Baru Dukungan ke Ukraina

Dia telah memberi tahu pihak berwenang Ethiopia tentang penugasannya dan memiliki visa untuk bekerja di sana, kata Indigo Publications.

Baca juga: Misteri Wabah Menari Massal di Perancis 1518: Lenggak-lenggok Kejang dengan Tatapan Kosong

Ethiopia adalah negara dengan jumlah pemenjaraan jurnalis terburuk kedua di Afrika Sub-Sahara, dengan setidaknya delapan jurnalis berada di balik jeruji besi per 1 Desember 2023, menurut perhitungan terbaru CPJ.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber DW

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com