Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Singapura Waspadai Malware Android Baru, Bisa Retas M-Banking Lalu Reset Setelan Pabrik

Kompas.com - 21/09/2023, 16:45 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber CNA

SINGAPURA, KOMPAS.com - Polisi pada Rabu (20/9/2023) mengeluarkan peringatan tentang varian baru penipuan malware Android di Singapura, di mana penipu akan melakukan reset pabrik pada perangkat yang terinfeksi setelah malware tersebut melakukan transaksi tidak sah pada aplikasi m-banking ponsel.

Ada lebih dari 750 kasus korban mengunduh malware ke ponsel mereka pada paruh pertama tahun 2023, dengan kerugian setidaknya 7,3 juta dollar AS.

Korban akan menemukan iklan berbagai layanan, seperti pembersihan rumah dan perawatan hewan peliharaan, serta pembelian makanan di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Baca juga: 140.000 Terminal Pembayaran Berbasis Android Diretas, Kata Sandi Ikut Dicuri

Dilansir dari CNA, para korban kemudian akan menghubungi “penjual” melalui platform atau aplikasi perpesanan WhatsApp.

Setelah itu, “penjual” akan mengirimkan link Uniform Resource Locator (URL) kepada korban untuk mendownload file Android Package Kit (APK), sebuah aplikasi yang dibuat untuk sistem operasi Android.

Korban kemudian akan mengunduh dan menginstal aplikasi tersebut, termasuk memberikan layanan aksesibilitas.

Mereka akan diperintahkan untuk melakukan transfer PayNow sebesar 5 dollar Singapura sebagai deposit.

“Tanpa sepengetahuan para korban, kredensial internet banking mereka akan dicuri oleh fungsi keylogging malware saat transfer dilakukan,” kata polisi.

“Setelah penipu mengakses dan melakukan transaksi tidak sah dari rekening bank korban, mereka akan melakukan reset pabrik pada perangkat korban," tambahnya.

Para korban kemudian akan menemukan transaksi tidak sah tersebut setelah menelepon bank mereka atau ketika mereka menginstal ulang aplikasi perbankan di perangkat mereka.

Baca juga: Peretas Korea Utara Manfaatkan Tragedi Halloween Itaewon untuk Sebarkan Malware

Polisi mengingatkan masyarakat bahwa mengunduh aplikasi seluler dari pihak ketiga atau situs yang meragukan itu berbahaya.

Mereka juga mengimbau masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti menggunakan aplikasi ScamShield, mengatur fitur keamanan seperti otentikasi dua faktor, dan menetapkan batas transaksi pada transaksi internet banking.

Pengguna hanya boleh mengunduh dan menginstal aplikasi dari toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store untuk Android.

Baca juga: Ada Indikasi Penipuan dalam Temuan Alien di Meksiko

Pengguna juga harus berhati-hati jika diminta mengunduh aplikasi yang tidak dikenal untuk membeli barang atau layanan di media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNA

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com