AS Bagikan 400 Juta Masker Berkualitas Tinggi Gratis untuk Rakyatnya

Kompas.com - 20/01/2022, 21:16 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Sejumlah media di Amerika Serikat (AS) mewartakan bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden akan membagikan 400 juta masker berkualitas tinggi secara gratis kepada rakyatnya mulai pekan depan.

Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, masker yang akan dibagikan tersebut adalah N95 sebagaimana dilansir VOA, Rabu (19/1/2022).

Masker-masker tersebut akan akan dikirim ke ribuan apotek lokal dan pusat kesehatan masyarakat di seluruh AS. Masing-masing orang dewasa akan mendapat jatah tiga masker.

Baca juga: Dinilai Bisa Rusak Citra Polisi, Masker Covid-19 Warna Ini Jadi Masalah di Italia

VOA mewartakan, program tersebut akan beroperasi penuh pada awal Februari. Masker N95 itu adalah bagian dari 750 juta masker yang disimpan di Strategic National Stockpile.

Strategic National Stockpile menyimpan obat-obatan penting dan persediaan medis untuk digunakan selama keadaan darurat yang terkait dengan kesehatan masyarakat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) baru-baru ini menyebutkan bahwa masker N95 memberikan perlindungan yang tinggi terhadap Covid-19 dibandingkan jenis masker lainnya.

Baca juga: Perempuan Ini Tiba-tiba Lepas Baju Saat Beli Es Krim, Kausnya Dijadikan Masker

Para pejabat AS mengatakan, pembagian masker N95 tersebut akan menjadi distribusi alat pelindung diri terbesar dalam sejarah AS.

Pengumuman tersebut muncul bertepatan dengan peluncuran situs web Covidtests.gov dari pemerintah federal.

Covidtests.gov memungkinkan rakyat AS untuk meminta alat rapid test Covid-19 secara gratis.

Baca juga: Italia Wajibkan Lagi Penggunaan Masker di Luar Ruangan

Jutaan orang mulai memesan rapid test Covid-19 pada Selasa (18/1/2022) selama peluncuran Covidtests.gov.

Situs web tersebut memungkinkan setiap rumah tangga memesan maksimal empat alat tes setelah mengeklik tautan yang terhubung ke formulir Layanan Pos AS.

Kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya terbaru pemerintahan Biden untuk memerangi lonjakan infeksi Covid-19 yang sebagian besar disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular.

Baca juga: Bahaya Omicron buat Para Ahli Kembali Peringatkan soal Masker Kain

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.