WHO: Risiko Infeksi Ulang Varian Omicron Mungkin Lebih Tinggi, tapi Gejala Ringan

Kompas.com - 09/12/2021, 12:02 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berpidato dalam peluncuran kerja sama tahunan dengan Qatar, untuk membuat Piala Dunia 2022 dan ajang-ajang olahraga akbar lainnya tetap sehat dan aman, di Jenewa, Swiss, 18 Oktober 2021. KEYSTONE/FABRICE COFFRINI via APDirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berpidato dalam peluncuran kerja sama tahunan dengan Qatar, untuk membuat Piala Dunia 2022 dan ajang-ajang olahraga akbar lainnya tetap sehat dan aman, di Jenewa, Swiss, 18 Oktober 2021.

JENEWA, KOMPAS.com - Data awal dari WHO menunjukkan, Covid varian Omicron mungkin lebih mudah menginfeksi kembali orang yang pernah terjangkit atau sudah divaksinasi, daripada varian sebelumnya, tetapi gejalanya juga bisa lebih ringan.

"Data yang muncul dari Afrika Selatan menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang dengan Omicron," kata kepala Badan Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, Rabu (8/12/2021), dikutip dari AFP.

Ia menambahkan, "Ada juga beberapa bukti bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada Delta".

Baca juga: Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca: Pandemi Selanjutnya Lebih Mematikan dari Covid-19

Namun, dia menekankan lebih banyak data diperlukan sebelum menarik kesimpulan yang tegas, dan mendesak negara-negara di mana pun untuk meningkatkan pengawasan mereka guna membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana perilaku Omicron.

Penilaian ini muncul ketika kekhawatiran global tumbuh atas varian Omicron yang sangat bermutasi, yang memaksa puluhan negara memberlakukan kembali pembatasan dan meningkatkan kemungkinan kembalinya lockdown yang merugikan perekonomian.

Bahkan jika ternyata Omicron menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah, Tedros memperingatkan agar tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap virus tersebut.

"Kelengahan apa pun sekarang akan menelan korban jiwa," dia memperingatkan.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan setuju, menunjukkan bahwa sejauh ini data menunjukkan varian tersebut mentransmisikan secara efisien dan mungkin lebih efisien mentransmisikan bahkan daripada varian Delta.

"Itu bukan berarti virus tidak bisa dihentikan," katanya.

"Tapi itu berarti virus lebih efisien dalam menularkan antarmanusia. Dan oleh karena itu kita harus menggandakan upaya kita untuk memutus rantai penularan itu untuk melindungi diri kita sendiri agar melindungi orang lain."

Bahkan kalaupun varian baru ternyata tidak lebih berbahaya daripada varian sebelumnya, jika menular lebih cepat, masih bisa membuat lebih banyak orang sakit, membebani sistem kesehatan, dan lebih banyak orang meninggal, lanjutnya.

Para ahli WHO menekankan pentingnya vaksinasi, menyoroti bahwa kalaupun vaksin terbukti kurang efektif melawan Omicron, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa data, masih bisa diharapkan memberikan perlindungan ignifikan terhadap penyakit parah.

Baca juga: Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO Jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO Jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Global
Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar Sejak Perang Dunia II

Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar Sejak Perang Dunia II

Global
Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Global
Situasi Ukraina Memanas, NATO Kerahkan Lebih Banyak Kapal dan Jet Tempur di Eropa Timur

Situasi Ukraina Memanas, NATO Kerahkan Lebih Banyak Kapal dan Jet Tempur di Eropa Timur

Global
Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Global
Presiden China Bertemu Ketua IOC, Olimpiade Beijing Akan Digelar Sesuai Jadwal?

Presiden China Bertemu Ketua IOC, Olimpiade Beijing Akan Digelar Sesuai Jadwal?

Global
Tanggapan Singapura soal Ambil Alih Ruang Udara Natuna oleh Indonesia

Tanggapan Singapura soal Ambil Alih Ruang Udara Natuna oleh Indonesia

Global
Ketika Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya karena Harga Daging Babi Naik...

Ketika Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya karena Harga Daging Babi Naik...

Global
AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

AS Peringatkan Belarus untuk Tidak Bantu Rusia Menginvasi Ukraina

Global
Israel Beri Kode Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi

Israel Beri Kode Ingin Normalisasi Hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi

Global
Terungkap Sanksi yang Mungkin Akan Dijatuhkan AS ke Rusia jika Nekat Serang Ukraina

Terungkap Sanksi yang Mungkin Akan Dijatuhkan AS ke Rusia jika Nekat Serang Ukraina

Global
POPULER GLOBAL: Jet Tempur F-35 Kecelakaan | 3 Vaksin Terbaik sebagai Booster Sinovac

POPULER GLOBAL: Jet Tempur F-35 Kecelakaan | 3 Vaksin Terbaik sebagai Booster Sinovac

Global
Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah dan Wanita sampai ke Penjara...

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah dan Wanita sampai ke Penjara...

Global
Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Global
Kisah Liu Xuezhou, Remaja China yang Dijual Orangtua Saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Kisah Liu Xuezhou, Remaja China yang Dijual Orangtua Saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.