Rekannya Diduga Ditipu dan Ditemukan Tewas, Aktivis Perempuan Afghanistan dalam Ketakutan

Kompas.com - 20/11/2021, 15:59 WIB
Seorang wanita mengenakan burka berjalan ke rumahnya di Kabul, Afghanistan, Minggu, 14 November 2021. AP PHOTO/PETROS GUANNAKOURISSeorang wanita mengenakan burka berjalan ke rumahnya di Kabul, Afghanistan, Minggu, 14 November 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Pada awal November, Frozan Safi, seorang aktivis dan dosen ekonomi terkenal Afghanistan, dan tiga orang lainnya ditemukan tewas di Mazar-e-Sharif, salah satu kota terbesar di Afghanistan.

Menurut satu laporan, Safi, yang berusia 29 tahun, mungkin telah ditipu untuk berpikir bahwa dia akan pergi ke rumah persembunyian sambil menunggu permohonan suakanya disetujui.

Baca juga: Warga Afghanistan Terpaksa Menjual Anak Perempuan Mereka karena Jatuh Miskin dan Punya Banyak Utang

Pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah pesan berlabel "Peringatan keamanan penting" menyebar di WhatsApp di antara penutur bahasa Inggris di kota itu.

Isinya mengklaim bahwa "pasukan pembunuh menyamar sebagai organisasi hak asasi manusia (HAM) dan penyelamatan Barat" dan, menggunakan bahasa Inggris, "memanggil orang-orang yang bersembunyi untuk bertemu kemudian mengeksekusi mereka."

Pesan itu menghubungkan pasukan yang diduga melakukan penipuan itu dengan pembunuhan di Mazar.

Pesan itu kemungkinan besar adalah hoax, tetapi tampaknya mengonfirmasi ketakutan terburuk orang-orang.

Apa pun sumbernya, teks peringatan itu memberi kesan kegelisahan akut di Mazar. Kota ini telah menjadi salah satu pusat bagi orang-orang yang ingin meninggalkan negara itu sejak Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus.

Beberapa penerbangan evakuasi telah berangkat dari bandara kota, membawa jurnalis Afghanistan, penerjemah militer, dan lainnya ke kota ini dari ibu kota, Kabul, dan provinsi lainnya.

Baca juga: Afghanistan Tambah Suram, Kehadiran ISIS-K Semakin Berkembang

Wartawan, pengacara, LSM dan pekerja keamanan, dan penutur bahasa Inggris mengatakan ada perasaan bahwa bahaya bisa datang dari mana saja.

Ancaman itu bisa datang dari kelompok mafia, pasukan Taliban yang nakal, atau penjahat biasa yang merasa berani untuk bertindak atas dendam pribadi, dan tidak jelas kemana mereka bisa meminta bantuan.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.