UEA-Israel Rancang Kapal Tak Berawak, Mampu Terjun dalam Perang Anti-kapal Selam

Kompas.com - 18/11/2021, 16:46 WIB
Kombinasi gambar yang dibuat pada tanggal 23 Oktober 2020 ini menunjukkan (Kiri ke Kanan) sebuah bendera Israel selama rapat umum di kota pesisir Tel Aviv pada tanggal 19 September 2020; dan bendera Sudan selama pertemuan di timur ibu kota Khartoum pada 3 Juni 2020. AFP/JACK GUEZKombinasi gambar yang dibuat pada tanggal 23 Oktober 2020 ini menunjukkan (Kiri ke Kanan) sebuah bendera Israel selama rapat umum di kota pesisir Tel Aviv pada tanggal 19 September 2020; dan bendera Sudan selama pertemuan di timur ibu kota Khartoum pada 3 Juni 2020.

DUBAI, KOMPAS.com – Lewat produsen senjata milik masing-masing negara, Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel menandatangani perjanjian strategis dalam perancangan kapal tak berawak yang mampu melakukan perang anti-kapal selam.

Penandatanganan tersebut dilakukan pada Kamis (18/11/2021) alias hari terakhir Dubai Airshow dan melibatkan perusahaan EDGE dari UEA dan Israel Aerospace Industries (IAI).

Mereka akan merancang kapal tak berawak modular canggih yang dapat digunakan untuk tujuan militer maupun komersial sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Israel Kembali Kirim Serangan Rudal ke Dekat Ibu Kota Suriah

Kerja sama tersebut terjalin setelah UEA dan Israel menormalisasi hubungan diplomatik di bawah Kesepakatan Abraham tahun lalu yang ditengahi AS.

Kapal tak berawak yang akan dikembangkan disebutkan dapat beroperasi semi atau sepenuhnya otonom dan mampu melakukan berbagai misi, termasuk deteksi kapal selam dan perang anti-kapal selam.

"Perkembangan ini akan membuka banyak pintu bagi kami di pasar lokal dan global, baik militer maupun komersial," kata Kepala Eksekutif EDGE Faisal Al Bannai.

Baca juga: Didesak Boikot Kontes Miss Universe di Israel, Miss Afrika Tak Dapat Dukungan Pemerintah

Kapal tersebut juga bisa digunakan untuk keperluan intelijen, pengawasan, pengintaian, deteksi ranjau, penyisiran, dan platform pengerahan pesawat untuk jenis tertentu.

Untuk keperluan komersial, kapal tersebut sedianya akan dapat disesuaikan untuk eksplorasi minyak dan gas di antara beberapa kemampuan lainnya.

Abu Dhabi Ship Building (ADSB) akan merancang platform dan mengintegrasikan sistem kontrol dan muatan.

Baca juga: Jamin Keamanan Dunia Maya, AS Gandeng Israel Lawan Ransomware

Sementara IAI akan mengembangkan sistem kontrol otonom dan mengintegrasikan muatan ke dalamnya.

Pernyataan itu tidak mengatakan berapa banyak modal yang dikucuran untuk proyek tersebut, atau kapan tahap produksinya.

Sebelumnya, pada Maret, IAI mengatakan akan bersama-sama mengembangkan sistem pertahanan drone canggih dengan EDGE.

Baca juga: Duta Besar Israel Terpaksa Dievakuasi Setelah Kehadirannya Disambut Protes Pro-Palestina

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perusahaan Minyak Perancis dan AS Tinggalkan Myanmar

Perusahaan Minyak Perancis dan AS Tinggalkan Myanmar

Global
Truk Berisi 100 Monyet Jatuh Tertabrak Truk Sampah, Beberapa Monyet Kabur

Truk Berisi 100 Monyet Jatuh Tertabrak Truk Sampah, Beberapa Monyet Kabur

Global
22 Januari 1981: Sampul Rolling Stone Tampilkan Potret Terakhir John Lennon dan Yoko Ono

22 Januari 1981: Sampul Rolling Stone Tampilkan Potret Terakhir John Lennon dan Yoko Ono

Global
Kawah Patomskiy yang Misterius, Picu Teori Konspirasi Nuklir dan UFO

Kawah Patomskiy yang Misterius, Picu Teori Konspirasi Nuklir dan UFO

Global
Misteri Hilangnya YouTuber Penjelajah Kenny Veach yang Sukar Dijelaskan

Misteri Hilangnya YouTuber Penjelajah Kenny Veach yang Sukar Dijelaskan

Global
Teka-teki Kematian Selebgram Gabby Petito Terjawab, FBI Ungkap Pembunuhnya

Teka-teki Kematian Selebgram Gabby Petito Terjawab, FBI Ungkap Pembunuhnya

Global
Perempuan Tertua di AS Meninggal Dunia, Kisah Panjang Umurnya Terus Menginspirasi

Perempuan Tertua di AS Meninggal Dunia, Kisah Panjang Umurnya Terus Menginspirasi

Global
Di Singapura, Anak-anak Kini Dominasi Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit

Di Singapura, Anak-anak Kini Dominasi Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit

Global
Wali Kota New York City Terima Gaji Pertama dalam Bentuk Bitcoin

Wali Kota New York City Terima Gaji Pertama dalam Bentuk Bitcoin

Global
Balas Tindakan China, AS Tangguhkan 44 Penerbangan dari 4 Maskapai China

Balas Tindakan China, AS Tangguhkan 44 Penerbangan dari 4 Maskapai China

Global
Dubes RI di Kuala Lumpur Persilakan Rohana Pilih Jadi WNI atau Warga Malaysia

Dubes RI di Kuala Lumpur Persilakan Rohana Pilih Jadi WNI atau Warga Malaysia

Global
Tom Hanks Narasikan Pencapaian Joe Biden dalam Iklan Terbaru

Tom Hanks Narasikan Pencapaian Joe Biden dalam Iklan Terbaru

Global
PBB Mengutuk Serangan Udara di Pusat Penahanan Yaman, Arab Saudi Bantah Terlibat

PBB Mengutuk Serangan Udara di Pusat Penahanan Yaman, Arab Saudi Bantah Terlibat

Global
Sebagian Besar Anak di Singapura Ditemukan Terlalu Lama Menatap Gadget, Ini Durasi yang Dianjurkan

Sebagian Besar Anak di Singapura Ditemukan Terlalu Lama Menatap Gadget, Ini Durasi yang Dianjurkan

Global
Reporter TV Ditabrak Mobil saat Siaran Langsung, tapi Terus Meliput

Reporter TV Ditabrak Mobil saat Siaran Langsung, tapi Terus Meliput

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.