Kompas.com - 30/10/2021, 11:31 WIB

KOMPAS.com - Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby dan kematiannya pada 30 Oktober 1945 sontak membuat geger militer Inggris.

Pria kelahiran 12 Desember 1899 ini tewas dalam baku tembak selama Pertempuran Surabaya, selama Revolusi Nasional Indonesia.

Pada saat kematiannya, Mallaby adalah Komandan Brigade India ke-49.

Kematian Mallaby menjadi peristiwa besar bagi permusuhan di Surabaya, memicu aksi militer pembalasan.

Baca juga: Jadi Pemicu Perang Surabaya, Siapa yang Tewaskan Jenderal Mallaby?

Dilansir Britannica, perjalanan militer pria ini amat panjang. Hingga pada 1 Marer 1944, ia dipromosikan dari penjabat menjadi Mayor Jenderal sementara dan Kolonel substantif perang.

Untuk memperoleh pengalaman operasional, pangkatnya diturunkan menjadi Brigadir sementara pada Juli 1944 dan diberi komando Brigade Infanteri India ke-49, kemudian bertugas di Divisi India ke-23.

Pangkat substantifnya dinaikkan menjadi letnan kolonel pada Oktober 1944.

Dia diangkat sebagai Companion of The Most Eminent Order of the Indian Empire di London Gazette 1 Januari 1945 sebagai Brigadir sementara.

Baca juga: Pertempuran Surabaya, Pertempuran Indonesia Pertama setelah Proklamasi

Mallaby memimpin Brigade Infanteri India ke-49 ke Indonesia di tengah revolusi nasional, untuk menemukan dan memulangkan mantan tawanan perang Jepang.

Ia tiba di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Setelah mendarat, ia mengirim Kapten Douglas MacDonald untuk menghubungi pemimpin kaum revolusioner, Moestopo.

Moestopo menyatakan bahwa mereka tidak akan menentang pasukan Inggris. Mallaby dan skuadronnya bekerja di bawah pengawasan konstan arek-arek Suroboyo.

Namun, situasi memanas pada 27 Oktober, setelah adanya pamflet yang menuntut penyerahan segera senjata Indonesia, yang ditandatangani Jenderal Douglas Hawthorn sebagai perintah.

Komunikasi pun terputus antara pasukan Mallaby dan tentara Indonesia. Hari berikutnya, tentara Indonesia mulai melancarkan serangan terhadap Brigade ke-49.

Untuk memadamkan pertempuran, Mallaby menghubungi Jenderal Hawthorn melalui perantara dan mengatur pertemuan antara dirinya dan Presiden Sukarno, di mana mereka akan merundingkan gencatan senjata.

Baca juga: Mengenang Pertempuran Surabaya, Cikal Bakal Peringatan Hari Pahlawan

Tapi, Mallaby lebih dulu terbunuh pada tanggal 30 Oktober 1945.

Saat itu, ia sedang melakukan perjalanan keliling Surabaya di bawah bendera putih untuk menyebarkan berita tentang perjanjian gencatan senjata dan menyelamatkan beberapa pasukan yang terdampar.

Mallaby tetap berangkat meskipun telah diperingatkan akan bahaya oleh pasukan Force 136.

Ketika mobilnya mendekati pos pasukan Inggris di gedung Internasional dekat Jembatan Merah, mobilnya dikepung milisi Republik Indonesia.

Khawatir komandan mereka akan diserang, pasukan Inggris di gedung Internasional, yang dipimpin oleh Mayor Venu K Gopal, menembak ke udara untuk membubarkan milisi Indonesia.

Milisi berpikir bahwa Inggris mengambil tindakan bermusuhan, dan menembak balik pasukan Inggris.

Baca juga: Hari Pahlawan dan Pentingnya Peran Tionghoa dalam Pertempuran Surabaya

Kapten RC Smith, yang berada di mobil stasioner, melaporkan bahwa seorang Republikan muda menembak dan membunuh Mallaby setelah percakapan singkat.

Smith kemudian melemparkan granat dari mobil ke arah penembak.

Ledakan itu menyebabkan jok belakang mobil terbakar. Versi lain menyatakan bahwa ledakan itu yang membunuh Mallaby, bukan penembak.

Baca juga: Menelusuri Jejak Darah Arek Suroboyo

Apapun penyebab kematiannya, hal ini jadi titik balik yang signifikan bagi permusuhan di Surabaya.

Tewasnya Mallaby jadi katalis untuk pertempuran yang akan datang. Inggris memerintahkan Indonesia menyerah, dan pada 10 November mereka melancarkan serangan balasan besar-besaran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Sumber Britannica
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salma al-Shehab Dipenjara 34 Tahun karena Twit, PBB Marah

Salma al-Shehab Dipenjara 34 Tahun karena Twit, PBB Marah

Global
Ada Potensi Bahaya Serius, Rusia Diminta Segera Tinggalkan PLTN Zaporizhzhia

Ada Potensi Bahaya Serius, Rusia Diminta Segera Tinggalkan PLTN Zaporizhzhia

Global
PM Finlandia Sanna Marin Dituduh Berbuat Hal Tak Senonoh dengan Pria di Pesta

PM Finlandia Sanna Marin Dituduh Berbuat Hal Tak Senonoh dengan Pria di Pesta

Global
Dipenjara Berbulan-bulan, Aung San Suu Kyi Dikembalikan ke Tahanan Rumah, Asalkan…

Dipenjara Berbulan-bulan, Aung San Suu Kyi Dikembalikan ke Tahanan Rumah, Asalkan…

Global
Thailand Keluarkan Visa Emas untuk Pekerja Teknologi, Bisa Tinggal 10 Tahun

Thailand Keluarkan Visa Emas untuk Pekerja Teknologi, Bisa Tinggal 10 Tahun

Global
Putin ke Macron: Serangan ke PLTN Zaporizhzhia Dapat Sebabkan Bencana Besar

Putin ke Macron: Serangan ke PLTN Zaporizhzhia Dapat Sebabkan Bencana Besar

Global
Kemlu China Belum Mau Konfirmasi Kehadiran Xi Jinping dalam KTT G20 di Bali

Kemlu China Belum Mau Konfirmasi Kehadiran Xi Jinping dalam KTT G20 di Bali

Global
Buntut Video Pesta, PM Finlandia Jalani Tes Narkoba

Buntut Video Pesta, PM Finlandia Jalani Tes Narkoba

Global
Inggris Sebut Rusia Tak Punya Hak Moral Hadiri KTT G20 di Indonesia

Inggris Sebut Rusia Tak Punya Hak Moral Hadiri KTT G20 di Indonesia

Global
Sungai Danube di Eropa Mengering, Puluhan Kapal Perang Dunia II Bermunculan

Sungai Danube di Eropa Mengering, Puluhan Kapal Perang Dunia II Bermunculan

Global
Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina: Ledakan Dekat Bandara Militer di Crimea, Moskwa Serang Kharkiv

Rangkuman Hari ke-176 Serangan Rusia ke Ukraina: Ledakan Dekat Bandara Militer di Crimea, Moskwa Serang Kharkiv

Global
[POPULER GLOBAL] Mahasiwi Arab Saudi Divonis 34 Tahun Penjara karena Twit | Putin dan Xi Akan Hadiri KTT G20 di Bali

[POPULER GLOBAL] Mahasiwi Arab Saudi Divonis 34 Tahun Penjara karena Twit | Putin dan Xi Akan Hadiri KTT G20 di Bali

Global
TRUMP-22 Diusulkan jadi Nama Baru Cacar Monyet

TRUMP-22 Diusulkan jadi Nama Baru Cacar Monyet

Global
Pesawat Ethiopian Airlines Gagal Mendarat karena 2 Pilot Tidur Lelap

Pesawat Ethiopian Airlines Gagal Mendarat karena 2 Pilot Tidur Lelap

Global
Kapal Berisi Senapan Tanpa Awak Terdampar Misterius, Warga Ketakutan

Kapal Berisi Senapan Tanpa Awak Terdampar Misterius, Warga Ketakutan

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.