Politisi Palestina, Khalida Jarrar, Akhirnya Dibebaskan dari Penjara Israel Setelah Hampir 2 Tahun

Kompas.com - 27/09/2021, 15:11 WIB
Khalida Jarrar, politisi Palestina saat masih dalam pengadilan Israel. [SS/YOUTUBE/AL JAZEERA] SS/YOUTUBE/AL JAZEERAKhalida Jarrar, politisi Palestina saat masih dalam pengadilan Israel. [SS/YOUTUBE/AL JAZEERA]

RAMALLAH, KOMPAS.com - Pemimpin politik dan masyarakat sipil Palestina Khalida Jarrar (58 tahun) dibebaskan dari penjara Israel setelah hampir 2 tahun.

Pihak berwenang Israel membebaskan Jarrar, seorang tokoh politik sayap kiri dan anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC), di pos pemeriksaan Salem di sebelah barat kota Jenin pada Minggu sore waktu setempat.

Tentara Israel menangkap Jarrar di rumahnya di Ramallah pada 31 Oktober 2019, 8 bulan setelah dia dibebaskan dari tahanan administratif tanpa pengadilan selama 20 bulan.

Baca juga: Israel Ingin Perkuat Hubungan dengan UEA dan Bahrain

Pada Juli, salah satu dari dua putri Jarrar, Suha yang berusia 31 tahun, meninggal di Ramallah karena komplikasi kesehatan.

Kematian Suha menggerakan seruan massal agar Israel membebaskan Khalida Jarrar lebih awal untuk menghadiri pemakaman putrinya, tetapi ditolak Israel.

Setelah dibebaskan dari penjara Israel pada Minggu (26/9/2021), Jarrar langsung pergi ke pemakaman putrinya di Ramallah, seperti yang dilansir Al Jazeera pada Senin (27/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puluhan anggota terkemuka, pendukung, dan pemimpin partai politik Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), ketua Klub Tahanan Palestina, Qadura Faris, gubernur kota Ramallah, serta puluhan wartawan Palestina ikut hadir di makam Suha ketika Jarrar tiba.

Baca juga: Proses Perbaikan Gaza Pasca Serangan 11 Hari Israel Akan Dimulai Oktober, Ini Rinciannya

“Mereka melarang saya untuk berpartisipasi dalam pemakaman putri tercinta saya dan dari memberikan ciuman di dahi putri saya,” kata politisi Palestina ini di pemakaman.

“Mereka menolak saya mengucapkan selamat tinggal. Terakhir kali saya memeluk Suha adalah pada malam penangkapan saya pada 2019,” ratapnya pilu.

Seorang pemimpin senior PFLP berkata, "Kami senang Jarrar bebas dari penjara pendudukan."

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.