Palestina Ultimatum Israel untuk Keluar dari Wilayah Pendudukan dalam Waktu Satu Tahun

Kompas.com - 25/09/2021, 16:31 WIB
Dalam foto yang diambil dari video ini, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari jarak jauh berpidato di sesi ke-76 Majelis Umum PBB dalam pesan yang direkam sebelumnya, Jumat, 24 September 2021, di markas besar PBB. UN WEB TV via APDalam foto yang diambil dari video ini, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari jarak jauh berpidato di sesi ke-76 Majelis Umum PBB dalam pesan yang direkam sebelumnya, Jumat, 24 September 2021, di markas besar PBB.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemimpin Palestina Mahmud Abbas memberi Israel satu tahun untuk menarik diri dari wilayah pendudukan pada Jumat (24/9/2021), atau pemerintahnya tidak akan lagi mengakui negara Yahudi berdasarkan perbatasan pra-1967.

Dalam pidato virtual di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abbas meminta Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk "mengadakan konferensi perdamaian internasional."

Baca juga: Joe Biden Dukung Palestina Merdeka dalam Sidang Umum PBB

Namun seiring dengan permintaan itu dia juga mengeluarkan ultimatum.

"Kita menyatakan bahwa Israel, kekuatan pendudukan, memiliki waktu satu tahun untuk menarik diri dari wilayah Palestina yang didudukinya pada 1967, termasuk Yerusalem Timur," katanya.

Abbas menambahkan bahwa Palestina siap "bekerja sepanjang tahun", untuk menyelesaikan status akhir negara Israel dan Palestina "sesuai dengan resolusi PBB."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi "jika ini tidak tercapai, mengapa (Palestina) mempertahankan pengakuan Israel berdasarkan perbatasan 1967?" ujarnya melansir AFP.

Abbas menambahkan, Palestina juga akan pergi ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan "masalah legalitas pendudukan tanah negara Palestina."

Baca juga: 6 Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Israel Gali Terowongan sejak Desember 2020

Proses perdamaian untuk mencapai solusi dua negara di Timur Tengah telah menemui jalan buntu selama bertahun-tahun.

Israel segera menepis tuntutan pemimpin Palestina itu.

Duta besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan menyebut Pemimpin Palestina Abbas "membuktikan sekali lagi bahwa dia tidak lagi relevan.”

"Mereka yang benar-benar mendukung perdamaian dan negosiasi tidak mengancam ultimatum delusi dari platform PBB seperti yang dia (Abbas) lakukan dalam pidatonya," kritiknya.

Baca juga: Israel Tangkap 4 Milisi Palestina yang Kabur dari Penjara Berkeamanan Tinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.