Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proses Perbaikan Gaza Pasca Serangan 11 Hari Israel Akan Dimulai Oktober, Ini Rinciannya

Kompas.com - 26/09/2021, 09:08 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Al Jazeera

GAZA, KOMPAS.com - Tahap pertama dari proses perbaikan telah dimulai di Jalur Gaza, setelah empat bulan serangan mematikan Israel di Gaza Mei lalu.

Rencana rekonstruksi ditetapkan oleh kementerian perumahan dan pekerjaan umum Gaza, komite Qatar untuk rekonstruksi Gaza, dan pihak internasional lainnya.

Baca juga: Israel Akan Bantu Bangun Gaza, jika Hamas Mau Damai

Naji Sarhan, Wakil Sekretaris Kementerian Pekerjaan Umum Gaza, mengatakan beberapa negara telah berjanji untuk berkontribusi pada proses rekonstruksi Gaza dan setuju untuk memulai pekerjaan pada Oktober.

“Qatar menjanjikan 500 juta dollar AS (Rp 7,1 triliun) untuk membangun kembali unit-unit perumahan yang hancur dalam serangan Israel baru-baru ini,” ujarnya kepada Al Jazeera dilansir Sabtu (26/9/2021).

Sementara Mesir juga menjanjikan jumlah bantuan yang sama, dan rencananya akan digunakan untuk infrastruktur dan perbaikan jalan-jalan yang hancur.

Serangan 11 hari Israel yang menargetkan struktur dan infrastruktur sipil, menewaskan 256 warga Palestina termasuk 66 anak-anak.

Sekitar 2.000 rumah hancur, di samping 22.000 unit lainnya yang rusak sebagian. Sebagai akibatnya, puluhan ribu warga Palestina harus mengungsi.

Setidaknya empat gedung tinggi diratakan, dan 74 bangunan publik menjadi sasaran.

Menurut Sarhan, kerugian dalam perang baru-baru ini diperkirakan 497 juta dollar AS (Rp 7 triliun), dengan 600 juta dollar AS (Rp 8,5 triliun) merupakan dampak lanjutan dari perang terakhir.

Baca juga: Israel Kembali Serang Hamas di Gaza, Apa Penyebabnya?

“Blokade Israel-Mesir selama 14 tahun di jalur itu menimbulkan banyak hambatan pada proses rekonstruksi. Israel melarang bahan bangunan melalui penyeberangan perbatasannya, yang memperburuk keadaan hidup bagi warga Palestina di Gaza,” ujarnya.

Perjanjian rekonstruksi mencakup tiga fase, fase pertama termasuk pembangunan kembali unit perumahan oleh komite Qatar.

Rencananya 1000 unit yang hancur akan dibangun kembali, termasuk 800 unit yang mengalami kerusakan parsial.

Menurut Sarhan, Mesir akan memulai tahap pertama dalam beberapa hari. Pengaturan masuknya peralatan konstruksi ke Jalur Gaza sedang berlangsung melalui perbatasan Rafah.

Kuwait sebelumnya telah berjanji untuk membangun menara yang dibom dalam serangan terakhir, tetapi perjanjian itu tidak disetujui secara resmi, katanya.

“Kami berharap lebih banyak donor untuk bergabung dalam proses rekonstruksi dalam tiga bulan mendatang, termasuk Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Uni Eropa, dan berkontribusi untuk mendukung sektor industri dan pertanian di Gaza,” tambah Sarhan.

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan ke Situs Hamas di Jalur Gaza Lagi Setelah Bentrokan di Perbatasan

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Hamas Bantah Usulkan Banyak Perubahan pada Proposal Gencatan Senjata di Gaza

Global
Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Belajar dari Revolusi Perumahan di Venezuela

Global
Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Polisi Italia Sita Kapal Rusak yang Dipakai Akomodasi Polisi KTT G7

Global
Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Rangkuman Hari Ke-840 Serangan Rusia ke Ukraina: Kota Kelahiran Zelensky Diserang | NATO Temui PM Hongaria

Global
Penggalian Pompeii Temukan 'Ruang Biru' yang Diyakini Kuil Kuno

Penggalian Pompeii Temukan "Ruang Biru" yang Diyakini Kuil Kuno

Global
Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Tak Dapat Akomodasi Layak, 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak

Global
Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Rusia Serang Kota Kelahiran Zelensky di Kryvyi Rig Ukraina, 9 Orang Tewas

Global
NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

NATO Izinkan Hongaria Tak Wajib Bantu Ukraina Perang Lawan Rusia

Global
[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

[POPULER GLOBAL] Keracunan Makanan di Sekolah Malaysia | Blinken Berterima Kasih ke Prabowo

Global
Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Global
Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Global
Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Global
 Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Global
Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Global
90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com