Erdogan: Hubungan AS-Turki Sedang Tidak Sehat

Kompas.com - 24/09/2021, 18:08 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahan atas dukungan AS untuk YPG yang tetap menjadi perselisihan utama antara sekutu. TURKISH PRESIDENCY via AP PHOTOPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahan atas dukungan AS untuk YPG yang tetap menjadi perselisihan utama antara sekutu.

ANKARA, KOMPAS.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hubungan negaranya dengan Amerika Serikat (AS) sedang tidak sehat.

Dia menuturkan bahwa Washington perlu menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu karena menjatuhkan sanksi kepada Turki yang membeli sistem pertahanan udara S-400 buatan rusia.

Baca juga: Putin dan Erdogan Bahas Situasi Afghanistan, Sepakat Perkuat Koordinasi

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan pada Kamis (23/9/2021) dikutip saluran televisi Haberturk.

Hubungan antara Turki dan AS memang sempat berada di level terendah pada awal tahun ini.

Ketika itu Washington memberikan sanksi kepada industri pertahanan Turki karena membeli S-400.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Banjir Turki Tewaskan 38 Orang, Erdogan Kunjungi Para Korban

Selain itu, “Negeri Paman Sam” juga mencoret Ankara dari program jet tempur canggih F-35 sebagaimana dilansir Reuters.

“Saya tidak bisa mengatakan bahwa proses yang sehat sedang berjalan dalam hubungan Turki-Amerika,” kata Erdogan.

“Kami membeli F-35, kami membayar 1,4 miliar dollar AS, dan F-35 tidak diberikan kepada kami. AS harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu,” imbuh Erdogan.

Baca juga: Bantu Redam Konflik Afghanistan, Erdogan Siap Bertemu Pemimpin Taliban

Erdogan mengatakan, Ankara akan memenuhi kebutuhan pertahanannya dari tempat lain jika Washington tidak membantu kebutuhan dalam negeri.

Dia menambahkan, AS dan Turki seharusnya bekerja sama sebagai teman. Namun apa yang terjadi saat ini, lanjutnya, bukan pertanda yang baik.

Erdogan juga menuding bahwa Presiden AS Joe Biden tidak memulai masa kepemimpinannya dengan benar.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Recep Tayyip Erdogan, Pemimpin Muslim Terpopuler Dunia yang Lolos dari Kudeta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.