Trauma Keluarga Afghanistan dan Pupusnya Impian Korban yang Jatuh dari Pesawat C-17

Kompas.com - 21/09/2021, 17:17 WIB
Potret Fida Mohammad, seorang dokter gigi berusia 24 tahun, yang meninggal setelah jatuh dari C-17 Angkatan Udara AS yang berangkat pada 16 Agustus, digantung di rumah keluarganya di Kabul, Afghanistan, Jumat, 17 September 2021. AP PHOTO/FELIPE DANAPotret Fida Mohammad, seorang dokter gigi berusia 24 tahun, yang meninggal setelah jatuh dari C-17 Angkatan Udara AS yang berangkat pada 16 Agustus, digantung di rumah keluarganya di Kabul, Afghanistan, Jumat, 17 September 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Akhir yang kacau dari perang 20 tahun AS (Amerika Serikat) di Afghanistan tak hanya terekam dalam gambar, namun juga menyisakan cerita miris dari warga yang putus asa mencari jalan dalam evakuasi bandara Kabul.

AP mewartakan ironi dari keluarga warga Afghanistan yang menjadi korban, setelah berusaha mengejar pesawat kargo Angkatan Udara AS lepas landas dari bandara Kabul, bersama dengan ratusan pria lainnya yang putus asa.

Baca juga: Pesan Terakhir Pesepak Bola Muda Afghanistan Sebelum Jatuh dari C-17: Doakan Saya

Kejadian meresahkan saat transporter C-17 mencapai ketinggian tertentu, terekam dalam video ponsel yang goyah dan menangkap dua titik kecil jatuh dari pesawat.

Rekaman dari sudut lain menunjukkan banyak orang di antara kerumunan di landasan berhenti di jalur mereka dan menunjuk ke udara.

Kengerian makin jelas terasa setelah diketahui kemudian bahwa titik-titik itu, ternyata, adalah orang Afghanistan yang putus asa yang bersembunyi dalam ruang roda.

Baca juga: Taliban Sita Rp 177,2 Miliar dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Korban yang tak terhitung

Saat roda terlipat ke dalam badan pesawat, penumpang gelap dihadapkan pada pilihan sulit untuk terjepit sampai mati atau melepaskan pegangan dan terjun ke tanah.

Lebih dari sebulan kemudian, masih banyak yang belum jelas tentang apa yang terjadi dalam lepas landas tragis pada 16 Agustus, sehari setelah Taliban menyerbu Kabul yang memicu gelombang warga Afghanistan mencoba melarikan diri dari negara itu.

Bahkan berapa banyak yang terbunuh masih belum diketahui. Dari video yang beredar sebelumnya terkait kejadian itu menunjukkan dua titik jatuh dari pesawat udara, dalam beberapa detik terpisah.

Tapi dua mayat dilaporkan mendarat di atap yang sama pada saat yang sama, menunjukkan mereka jatuh bersama. Jadi sosok lain yang terlihat jatuh di video bisa jadi setidaknya ada satu orang lain.

Militer AS sementara itu mengatakan menemukan jasad manusia masih berada di dalam ruang roda pesawat C-17 ketika mendarat di Qatar, tetapi tidak merinci berapa banyak orang.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.