Jumlah Kasus Melonjak Lagi, Strategi Hidup Bersama Covid-19 Singapura Terancam

Kompas.com - 07/09/2021, 17:35 WIB
Pengendara sepeda berjalan di depan gedung distrik bisnis keuangan di Singapura pada 28 Juni 2021. AFP PHOTO/ROSLAN RAHMANPengendara sepeda berjalan di depan gedung distrik bisnis keuangan di Singapura pada 28 Juni 2021.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Singapura memperingatkan bahwa mereka mungkin perlu menerapkan kembali pembatasan Covid-19, jika wabah baru varian Delta yang sangat menular tidak dapat diatasi.

Kondisi terbaru itu menempatkan rencana menuju “hidup bersama Covid-19” yang diusung negara kota itu dalam bahaya.

Baca juga: Singapura Akan Suntikkan Booster Vaksin Covid-19 ke Orang Tua dan Imunitas Lemah

Jumlah infeksi baru Covid-19 Singapura berlipat ganda dalam seminggu terakhir, menurut Kementerian Kesehatan negara itu. Jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 1.200 kasus untuk sepekan terakhir (5 September).

Hingga saat ini, Covid-19 Singapura mencatat total 68.901 infeksi dan 55 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins.

Pada Senin, Lawrence Wong, Kepala Gugus Tugas Covid-19 Singapura, mengatakan bukan hanya jumlah total kasus harian yang menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga "tingkat penyebaran virus."

"Kita tahu dari pengalaman negara lain bahwa ketika kasus meningkat begitu tajam akan ada lebih banyak kasus ICU dan lebih banyak orang yang meninggal karena virus," katanya melansir CNN pada Selasa (7/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Singapura menerapkan kebijakan "nol Covid" yang agresif selama pandemi Covid-19. Pembatasan ketat diberlakukan termasuk dengan menutup restoran, perbatasan, dan menegakkan jarak sosial.

Tetapi pada Juni, pemerintah “Negeri Singa” mengumumkan rencana bergerak menuju strategi “hidup bersama Covid-19”. Usaha mengendalikan wabah tetap dilakukan dengan vaksin dan memantau rawat inap, namun tidak membatasi kehidupan warganya.

"Kabar buruknya adalah Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya, adalah mungkin untuk hidup normal dengannya di tengah-tengah kita," tulis pejabat tinggi Covid-19 Singapura pada Juni.

Baca juga: Singapura Sudah Vaksinasi Penuh 80 Persen Warganya, Tertinggi di Dunia

Pembatasan Covid-19 baru

Singapura memiliki salah satu tingkat vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia, dengan lebih dari 80 persen populasinya divaksinasi lengkap.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber CNN
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.