PBB Mohon Negara Tetangga Afghanistan Tetap Buka Perbatasan: Biarkan Mereka Melarikan Diri

Kompas.com - 20/08/2021, 08:00 WIB
Seorang tentara paramiliter menjaga barisan penumpang yang menunggu untuk melintasi perbatasan ke Afghanistan melalui titik persimpangan di Chaman, Pakistan, Senin, 16 Agustus 2021. AP PHOTO/JAFAR KHANSeorang tentara paramiliter menjaga barisan penumpang yang menunggu untuk melintasi perbatasan ke Afghanistan melalui titik persimpangan di Chaman, Pakistan, Senin, 16 Agustus 2021.

KABUL, KOMPAS.com - PBB memohon negara-negara tetangga Afghanistan untuk membiarkan perbatasan mereka terbuka sehingga memungkinkan warga Afghanistan melarikan diri dari Taliban.

Badan-badan PBB memperingatkan meningkatnya bencana kemanusiaan yang berkembang di tengah menyebarnya kelaparan di negara itu.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Presiden Afghanistan Ada di UEA | Pawang Buaya di AS Nyaris Dimangsa

Permohonan itu muncul ketika ratusan ribu warga Afghanistan meninggalkan rumah mereka di tengah kekhawatiran bahwa Taliban akan kembali memaksakan pemerintahan yang brutal dan represif, menghilangkan hak-hak perempuan, hingga menerapkan hukuman eksekusi pada publik.

Pemerintah Afghanistan secara efektif kehilangan kendali atas sebagian besar Afghanistan ke Taliban, menyusul serangan delapan hari ke pusat-pusat kota oleh kelompok itu, hingga kejatuhan Kabul.

Gambar-gambar sejak Jumat minggu lalu menunjukkan orang-orang Afghanistan yang melarikan diri memasuki negara tetangga Pakistan, setelah negara itu membuka kembali penyeberangan perbatasan Chaman-Spin Boldak untuk orang-orang yang telantar dalam beberapa pekan terakhir.

Penyeberangan itu merupakan pintu gerbang utama antara Afghanistan dan Pakistan, dan dilaporkan berada di bawah kendali Taliban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juma Khan, wakil komisaris kota perbatasan, mengatakan penyeberangan dibuka kembali setelah pembicaraan dengan Taliban.

Keputusan untuk membuka perbatasan dibuat setelah badan pengungsi PBB meminta tetangga Afghanistan, untuk tetap membuka penyeberangan saat krisis meningkat.

"Ketidakmampuan untuk mencari keselamatan dapat mempertaruhkan nyawa warga sipil yang tak terhitung banyaknya. UNHCR siap membantu otoritas nasional meningkatkan respons kemanusiaan sesuai kebutuhan,” kata badan PBB di Jenewa melansir Daily Mail pada (Selasa 17/8/2021).

Baca juga: 12 Orang Tewas sejak Minggu, Taliban Desak Orang-orang Tinggalkan Bandara Kabul

Program Pangan Dunia melihat kekurangan pangan di Afghanistan dalam kondisi 'sangat mengerikan' dan memburuk. Seorang juru bicara menambahkan, situasinya memiliki semua ciri bencana kemanusiaan.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.