Trump Anggap Biden Tak Becus karena Taliban Makin Kuasai Afghanistan

Kompas.com - 15/08/2021, 09:12 WIB
Foto pada 24 Juli 2021 memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato tentang berbagai hal kepada para pendukungnya di perkumpulan Turning Point Action, Phoenix. AP PHOTO/ROSS D FRANKLINFoto pada 24 Juli 2021 memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato tentang berbagai hal kepada para pendukungnya di perkumpulan Turning Point Action, Phoenix.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Presiden AS Donald Trump mengecam pemerintahan Joe Biden pada Kamis (12/8/2021) atas gelombang kekerasan di Afghanistan oleh Taliban yang "tidak dapat diterima".

Trump mengatakan penarikan pasukan AS akan menjadi "penarikan yang jauh berbeda dan jauh lebih sukses", jika dirinya masih menjadi presiden.

Di bawah Trump, AS menengahi kesepakatan dengan Taliban di Doha pada 2020 yang akan membuat AS menarik semua pasukannya pada Mei 2021 dengan imbalan berbagai jaminan keamanan dari para militan.

Baca juga: Taliban Makin Berkuasa, Negara-negara Ini Evakuasi Warganya dari Afghanistan

Ketika Biden mengambil alih kekuasaan awal tahun ini, dia menarik mundur pasukan AS dengan batas waktu tanpa menekankan persyaratan.

"Jika saya sekarang menjadi presiden, dunia akan menemukan bahwa penarikan (pasukan) kami dari Afghanistan akan menjadi penarikan berdasarkan persyaratan," klaim Trump dalam sebuah pernyataan, seperti yang dilansir dari NDTV pada Kamis (12/8/2021).

"Saya pribadi berdiskusi dengan para pemimpin Taliban di mana mereka mengerti apa yang mereka lakukan sekarang tidak akan dapat diterima," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Biden Turunkan 1.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan untuk Evakuasi Warga AS

"Itu akan menjadi penarikan yang jauh berbeda dan jauh lebih berhasil, dan Taliban memahami itu lebih baik dari pada siapa pun," katanya.

Namun, oposisi Partai Republik ini tidaka merinci tentang apa yang mungkin akan ia lakukan untuk menghentikan kemajuan pemberontak Taliban.

Pemerintahan Afghanistan secara efektif telah kehilangan sebagian besar wilayah dan kekuasaan dengan sejumlah kota besar berhasil direbut Taliban. Pada Sabtu (14/8/2021), ibu kota provinsi Logar, Pul-e-Alam, sekitar 60 km dari ibu kota negara, Kabul, telah jatuh di tangan Taliban.

Baca juga: Presiden Afghanistan Gelar Pertemuan Darurat dengan Para Pemimpin Lokal dan Mitra Internasional

Beberapa pejabat AS khawatir Taliban dapat mengambil alih Kabul dalam waktu 3 bulan dari batas waktu 31 Agustus penarikan pasukan AS seluruhnya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Tewasnya Emiliano Sala akibat Kecelakaan Pesawat Mengaku Bersalah

Tersangka Tewasnya Emiliano Sala akibat Kecelakaan Pesawat Mengaku Bersalah

Global
Trump Disidang atas Serangan Pengawalnya terhadap Demonstran 6 Tahun Lalu

Trump Disidang atas Serangan Pengawalnya terhadap Demonstran 6 Tahun Lalu

Global
Mengaku Dinasihati Pakar Fengshui, Pria Ini Perkosa Putrinya yang Berusia 11 Tahun

Mengaku Dinasihati Pakar Fengshui, Pria Ini Perkosa Putrinya yang Berusia 11 Tahun

Internasional
Setelah 8 Delegasi Diusir, Rusia Balas NATO dengan Hentikan Misi Diplomasi

Setelah 8 Delegasi Diusir, Rusia Balas NATO dengan Hentikan Misi Diplomasi

Global
Demi Nikahi Wanita Lain, Pria Ini Sewa Ular Berbisa untuk Bunuh Istrinya

Demi Nikahi Wanita Lain, Pria Ini Sewa Ular Berbisa untuk Bunuh Istrinya

Global
Otak Serangan Bom Bunuh Diri Paling Mematikan Baghdad 2016 Ditangkap Irak

Otak Serangan Bom Bunuh Diri Paling Mematikan Baghdad 2016 Ditangkap Irak

Global
Diplomat Veteran Utusan AS untuk Negosiasi Damai dengan Taliban Mengundurkan Diri

Diplomat Veteran Utusan AS untuk Negosiasi Damai dengan Taliban Mengundurkan Diri

Global
China Bantah Telah Uji Coba Rudal Hipersonik seperti Ramai Diberitakan

China Bantah Telah Uji Coba Rudal Hipersonik seperti Ramai Diberitakan

Global
China Klaim Obyek yang Diuji Coba adalah Pesawat Luar Angkasa, Bukan Rudal Hipersonik

China Klaim Obyek yang Diuji Coba adalah Pesawat Luar Angkasa, Bukan Rudal Hipersonik

Global
POPULER GLOBAL: Media Asing Sorot Indonesia Juara Piala Thomas 2020 | Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia

POPULER GLOBAL: Media Asing Sorot Indonesia Juara Piala Thomas 2020 | Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia

Global
Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukan yang Ditonton Anak-anak

Beruang Sirkus Serang Wanita Hamil di Tengah Pertunjukan yang Ditonton Anak-anak

Global
Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Collin Powell, Menteri Luar Negeri Kulit Hitam Pertama AS Meninggal karena Komplikasi Covid-19

Global
Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Penembakan di Suriah Tandai Babak Baru Perang Israel

Global
Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Global
Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.