Kasus Tetap Rendah Setelah Pembatasan Covid-19 Dihapus, Sudahkan Inggris Keluar dari Pandemi

Kompas.com - 05/08/2021, 19:33 WIB
Ribuan orang berpesta di 'Hari Kebebasan' setelah Minggu (18/7/2021) tengah malam hampir semua pembatasan virus corona di Inggris harus dihapus. AP PHOTO/ALBERTO PEZZALIRibuan orang berpesta di 'Hari Kebebasan' setelah Minggu (18/7/2021) tengah malam hampir semua pembatasan virus corona di Inggris harus dihapus.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris mencatat penurunan kasus Covid-19 untuk hari kelima berturut-turut pada Selasa (3/8/2021). Kematian harian naik sedikit menjadi 138 hari itu, tetapi jumlahnya di bawah 100 selama hampir seminggu.

Kondisi ini jauh dari prediksi sebelumnya, ketika Menteri Kesehatan Inggris yang baru, Sajid Javid, memperingatkan negara itu tentang kemungkinan 100.000 kasus setiap hari pada awal musim panas.

Terlepas dari peringatan itu, pemerintah Inggris mencabut semua pembatasan Covid-19 yang tersisa terkait jarak sosial dan mandat penggunaan masker pada 19 Juli. Perdana Menteri Boris Johnson menyebut hari itu sebagai "Hari Kebebasan".

Baca juga: Kematian Akibat Narkoba di Inggris dan Wales Mencapai Rekor Tertinggi

Namun, kebijakan itu sempat dikritik sebagai langkah yang tidak bertanggung jawab, di tengah kekhawatiran gelombang ketiga Inggris yang didorong oleh varian delta yang sangat menular.

"Kebijakan yang mematikan," kata Dr Gabriel Scally, pakar kesehatan masyarakat terkemuka di Universitas Bristol.

"Kebodohan epidemiologis," ujar seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi kemudian, kasus turun sekitar 40 persen, dan kematian serta rawat inap tetap rendah, meskipun semua pembatasan telah berakhir.

Kondisi terbaru di Inggris itu menimbulkan kebingungan di belahan dunia lain, yang masih berjuang menangani varian delta, termasuk di China.

Banyak yang menduga, kondisi itu terjadi karena tingkat vaksinasi yang tinggi di Inggris. Lebih dari 72 persen dari semua orang dewasa telah menerima dosis penuh vaksin Covid-19.

Kantor Statistik Nasional Inggris baru-baru ini mengumumkan bahwa diperkirakan 92 persen dari populasi di Inggris memiliki antibodi, baik melalui vaksinasi atau melalui infeksi Covid-19 sebelumnya.

Baca juga: Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Halaman:
Baca tentang

Sumber ABC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Internasional
Korea Utara: AS Punya Standar Ganda Soal Rudal

Korea Utara: AS Punya Standar Ganda Soal Rudal

Global
China Luncurkan 10 Pesawat Termasuk Jet Tempur ke Wilayah Udara Taiwan

China Luncurkan 10 Pesawat Termasuk Jet Tempur ke Wilayah Udara Taiwan

Global
Marah saat Ajari Anaknya, Pria Ini Rahangnya Tak Bisa Menutup

Marah saat Ajari Anaknya, Pria Ini Rahangnya Tak Bisa Menutup

Global
Meski “Kurus” Rumah Ini Terjual dengan Harga “Gemuk” Rp 17,8 miliar

Meski “Kurus” Rumah Ini Terjual dengan Harga “Gemuk” Rp 17,8 miliar

Global
Kartu Kredit Ultra-Ekslusif JP Morgan, Hanya Dimiliki Orang Super Kaya

Kartu Kredit Ultra-Ekslusif JP Morgan, Hanya Dimiliki Orang Super Kaya

Global
Mantan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika Meninggal di Umur 84 Tahun

Mantan Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika Meninggal di Umur 84 Tahun

Global
Mengapa Topi Pasukan Kerajaan Inggris Harus Panjang? Ini Alasannya

Mengapa Topi Pasukan Kerajaan Inggris Harus Panjang? Ini Alasannya

Global
Pesan Burger, Wanita Ini Kaget Ada Jari Manusia di Dalamnya

Pesan Burger, Wanita Ini Kaget Ada Jari Manusia di Dalamnya

Global
Gubernur Texas: Pemerintah Biden Sangat Kacau, Penanganan Krisis Migran Sama Buruknya dengan Evakuasi Afganistan

Gubernur Texas: Pemerintah Biden Sangat Kacau, Penanganan Krisis Migran Sama Buruknya dengan Evakuasi Afganistan

Global
Wanita Ini Berpesta 6 Hari Berturut-turut, Anaknya yang Berumur 1 Tahun Mati Kelaparan

Wanita Ini Berpesta 6 Hari Berturut-turut, Anaknya yang Berumur 1 Tahun Mati Kelaparan

Global
Muammar Gaddafi: Diktator Libya dan Kejatuhannya

Muammar Gaddafi: Diktator Libya dan Kejatuhannya

Global
Misteri DB Cooper, Perampok di Pesawat yang 'Menghilang' di Udara

Misteri DB Cooper, Perampok di Pesawat yang "Menghilang" di Udara

Global
Ibu di AS Naik Bus Sekolah lalu Pukuli Siswa Perundung Anaknya

Ibu di AS Naik Bus Sekolah lalu Pukuli Siswa Perundung Anaknya

Global
Inilah Sejumlah Tempat Terlarang di Dunia, Tak Boleh Dikunjungi

Inilah Sejumlah Tempat Terlarang di Dunia, Tak Boleh Dikunjungi

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.