China Lockdown Parsial, Strategi “Toleransi Nol” Covid-19 Tunjukkan Kelemahan

Kompas.com - 05/08/2021, 11:59 WIB
Seorang anak bereaksi terhadap usap tenggorokan selama pengujian massal untuk COVID-19 di Wuhan di provinsi Hubei China tengah Selasa, 3 Agustus 2021. CHINATOPIX via APSeorang anak bereaksi terhadap usap tenggorokan selama pengujian massal untuk COVID-19 di Wuhan di provinsi Hubei China tengah Selasa, 3 Agustus 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - Varian delta kembali mengancam China sebagai episentrum awal pandemi Covid-19, setelah sebelumnya dinilai sukses mengendalikan infeksi.

Negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu berhasil membasmi virus Covid-19 begitu cepat pada awal pandemi. Keberhasilan itu membuat “Negeri Tirai Bambu” menjadi salah satu negara pertama di dunia, yang membuka diri pada musim semi tahun lalu.

Masyarakat dengan cepat kembali beraktivitas, bahkan kota Wuhan jadi salah satu yang pertama mengadakan pesta musik besar saat belahan dunia lain menerapkan pembatasan ketat.

Namun wabah baru, yang terjadi di kota-kota seperti Nanjing, Wuhan, Yangzhou dan Zhangjiajie, menunjukkan keterbatasan pendekatan “toleransi nol” China terhadap Covid-19.

Varian Covid-19 yang sangat mudah menular menyebar dengan cepat ke seluruh negeri, hingga membuat jalur ke Beijing tertutup untuk wilayah tertentu.

Pejabat China mengaku mengekang wabah saat ini akan jauh lebih sulit daripada sebelumnya, mengingat penyebaran varian delta yang cepat dan tanpa gejala.

Baca juga: China Lockdown Jutaan Orang Usai Catat Kasus Covid-19 Tertinggi sejak Januari

Kebobolan varian delta

Jumlah kasus di China sementara masih relatif rendah dibandingkan dari pada Amerika Serikat (AS) dan di tempat lain.

Akan tetapi wabah baru, merusak argumen Partai Komunis China, yang mengeklaim gaya otoriternya menjadi kunci keberhasilan yang tak terbantahkan dalam pandemi.

Meskipun pemerintah menghentikan ledakan varian Delta pada Juni di Provinsi Guangdong, pihak berwenang kali ini menghadapi penyebaran yang jauh lebih besar.

Sejak wabah Delta dimulai pada 21 Juli di “Negeri Tirai Bambu”, jumlah kasus telah meningkat menjadi 483, lebih dari jumlah total infeksi Covid-19 China dalam lima bulan pertama tahun ini.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Global
Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Global
Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Global
Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Global
Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Global
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Global
Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Internasional
Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Global
Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Global
Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Global
Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.