Tak Cuma Kirim Vaksin Covid-19, Pfizer Pertimbangkan Transfer Teknologi ke Vietnam

Kompas.com - 15/07/2021, 12:12 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada dosis vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona. SHUTTERSTOCK/Nixx PhotographyIlustrasi vaksin Pfizer-BioNTech dan vaksin Moderna yang berbasis messenger RNA (mRNA), berhasil memberikan perlindungan pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi baru lahir. Studi pada dosis vaksin Covid-19 mRNA ini memberi harapan untuk melindungi populasi ini dari infeksi virus corona.

HANOI, KOMPAS.com - Kementerian kesehatan Vietnam mengatakan pada Rabu (14/7/2021) bahwa pembuat vaksin Amerika Serikat (AS) Pfizer akan memberikan tambahan 20 juta dosis vaksin Covid-19.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan bersama dengan BioNTech (Jerman), untuk diberikan kepada anak berusia 12 hingga 18 tahun.

Baca juga: J&J, AstraZeneca Selidiki Kemungkinan Modifikasi Vaksin Covid-19 terkait Pembekuan Darah

Vietnam telah mendapatkan total 31 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Pasokan tambahan akan membuat jumlah dosis menjadi 47 juta yang akan dikirim pada kuartal keempat tahun ini, kata Kementerian Kesehatan Vietnam dalam sebuah pernyataan.

“Vietnam juga bekerja sama dengan Pfizer tentang kemungkinan transfer teknologi vaksin atau menempatkan pabrik Pfizer di negara itu untuk memproduksi vaksin,” kata pernyataan itu melansir Straits Times pada Rabu (14/7/2021).

Setelah berhasil mengatasi penyakit untuk sebagian besar pandemi, Vietnam telah menghadapi wabah yang lebih keras sejak akhir April.

Negara tetangga Indonesia di Asia Tenggara itu juga mengalami lonjakan infeksi harian hingga mencatat rekor. Kondisi tiu menambah tekanan pada pemerintah untuk mempercepat inokulasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Covid-19 Memburuk di Vietnam, Kota Besar Berpenduduk 9 Juta Orang Lockdown

Pemerintah Vietnam mengatakan akan menawarkan vaksin coronavirus Pfizer-BioNTech sebagai opsi dosis kedua, untuk orang yang diinokulasi dengan dosis pertama vaksin AstraZeneca delapan hingga 12 minggu sebelumnya.

Kampanye inokulasi massal Vietnam masih dalam tahap awal, dengan kurang dari 300.000 orang telah divaksinasi penuh sejauh ini.

Sejauh ini, Vietnam menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca, dan minggu lalu menerima pengiriman 97.000 dosis suntikan mRNA Pfizer-BioNTech.

Baca juga: Vietnam Minta Warganya Berdonasi untuk Membeli Vaksin Covid-19

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Gliese 1214 b, Planet Kaya Air tapi Tak Bisa Ditinggali, Mengapa?

Global
Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Taliban Sita Rp 176 Miliar Uang dan Emas dari Mantan Pejabat Afghanistan

Global
Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Kisah David Purnomo, Masih 14 Tahun Sudah Diterima Kuliah di AS

Global
Lonjakan Baru Covid-19 China, Tiga Kota Kembali Lakukan Uji Massal dan Penguncian

Lonjakan Baru Covid-19 China, Tiga Kota Kembali Lakukan Uji Massal dan Penguncian

Global
Gadis Ini Tak Bilang Punya Kontrakan, padahal Ditempati dan Dibayar Pacarnya Sendiri

Gadis Ini Tak Bilang Punya Kontrakan, padahal Ditempati dan Dibayar Pacarnya Sendiri

Global
10 Dewa dan Dewi Terpenting dari Peradaban Bangsa Mesir Kuno

10 Dewa dan Dewi Terpenting dari Peradaban Bangsa Mesir Kuno

Internasional
Melihat Kehidupan Warga Afghanistan Sebulan Setelah Taliban Berkuasa

Melihat Kehidupan Warga Afghanistan Sebulan Setelah Taliban Berkuasa

Global
Korsel Minta Bantuan China Bawa Korut Bernegosiasi

Korsel Minta Bantuan China Bawa Korut Bernegosiasi

Global
Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan, Hanya Beri Waktu Tiga Hari untuk Pergi

Taliban Usir Ribuan Warga dari Rumahnya Tanpa Alasan, Hanya Beri Waktu Tiga Hari untuk Pergi

Global
Diplomat Afghanistan Serukan Dunia Jangan Akui Pemerintah Bentukan Taliban

Diplomat Afghanistan Serukan Dunia Jangan Akui Pemerintah Bentukan Taliban

Global
Petinggi Taliban Abdul Ghani Baradar Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Petinggi Taliban Abdul Ghani Baradar Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia

Global
Fakta Menarik Papua Nugini, Budaya Beragam, Kaya Sumber Daya Alam

Fakta Menarik Papua Nugini, Budaya Beragam, Kaya Sumber Daya Alam

Global
Adik Kim Jong Un Marah, Peringatkan Kehancuran Hubungan Dua Korea Setelah Sama-sama Uji Rudal Balistik

Adik Kim Jong Un Marah, Peringatkan Kehancuran Hubungan Dua Korea Setelah Sama-sama Uji Rudal Balistik

Global
Batal Gandeng Perancis, Australia Bikin Kapal Selam Nuklir dengan AS dan Inggris

Batal Gandeng Perancis, Australia Bikin Kapal Selam Nuklir dengan AS dan Inggris

Global
16 September dalam Sejarah: Papua Nugini Merdeka pada 1975

16 September dalam Sejarah: Papua Nugini Merdeka pada 1975

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.