Kompas.com - 19/06/2021, 22:02 WIB
Calon presiden Iran Ebrahim Raisi melambai ke media setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Teheran, Iran, Jumat (18/6/2021). Iran menggelar pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada Jumat. AP PHOTO/EBRAHIM NOROOZICalon presiden Iran Ebrahim Raisi melambai ke media setelah memberikan suaranya di tempat pemungutan suara di Teheran, Iran, Jumat (18/6/2021). Iran menggelar pemungutan suara dalam pemilihan presiden pada Jumat.

TEHERAN, KOMPAS.com – Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021).

Menteri Dalam Negeri Iran Aboldreza Rahmani Fazli menuturkan, ulama Syiah garis keras itu meraup 61,95 persen suara.

Baca juga: Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Melansir AFP, jumlah pemilih yang menggunakan suaranya hanya 48,8 persen dari 59 juta pemilih yang memenuhi syarat dalam pilpres pada Jumat (18/6/2021).

Angka partisipasi itu memecahkan rekor sebagai angka partisipasi terendah dalam pilpres di Iran.

Sementara itu, Associated Press melaporkan bahwa Raisi berhasil meraup 17,8 juta suara setelah dilakukan penghitungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah menang telak atas calon presiden (capres) lainnya, Raisi menemui Presiden Iran Hassan Rouhani dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.

Baca juga: Menteri Luar Negeri: Ebrahim Raisi Presiden Terpilih Iran

Dalam sambutan pertamanya, Raisi mengucapkan terima kasih kepada rakyat Iran yang telah memilihnya.

“Saya harap saya dapat membalas kepercayaan, suara, dan kebaikan rakyat dengan baik selama masa jabatan saya,” kata Raisi.

Raisi memenangi pilpres dengan partisipasi pemilih terendah dalam sejarah Iran pasca-revolusi.

Sementara itu, pemungutan suara Iran tidak mempunyai pengamat internasional untuk memantau pilpres.

Baca juga: Ebrahim Raisi Pimpin Penghitungan Suara Pilpres Iran, Ucapan Selamat Mengalir

Associated Press melaporkan, sebelum pilpres digelar, pecalonan Raisi memicu sikap apatis yang meluas di kalangan rakyat Iran.

Beberapa beberapa orang, termasuk mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, menyerukan boikot.

Kepala Pusat Pilpres Iran Jamal Orf mengumumkan perolehan suara dari para capres. Mohsen Rezaei memperoleh 3,3 juta suara dan Abdolnasser Hemmati mendulang 2,4 juta suara.

Orf menambahkan, Amirhossein Ghazizadeh Hashemi mendapatkan sekitar 1 juta suara setelah penghitungan suara dilakukan.

Baca juga: Ulama Garis Keras Ebrahim Raisi Makin Dekat Jadi Presiden Iran


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakal Diselidiki soal Penyalahgunaan Jabatan, Presiden Brasil Klaim Negaranya Diserang

Bakal Diselidiki soal Penyalahgunaan Jabatan, Presiden Brasil Klaim Negaranya Diserang

Global
Jepang Batasi Perawatan Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Diminta Isolasi di Rumah

Jepang Batasi Perawatan Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Diminta Isolasi di Rumah

Global
Perketat Pembatasan Covid-19, Aparat Singapura Bisa Sampai Masuk ke Rumah Warga Tanpa Surat Perintah

Perketat Pembatasan Covid-19, Aparat Singapura Bisa Sampai Masuk ke Rumah Warga Tanpa Surat Perintah

Global
Polisi AS yang Tangani Kerusuhan Gedung Capitol Kembali Dilaporkan Bunuh Diri

Polisi AS yang Tangani Kerusuhan Gedung Capitol Kembali Dilaporkan Bunuh Diri

Global
Kisah Pencak Silat Indonesia yang Kini Digemari Warga AS

Kisah Pencak Silat Indonesia yang Kini Digemari Warga AS

Global
Kapal Perang Asing di Laut China Selatan Bertambah, India Menyusul Kirim Pasukannya

Kapal Perang Asing di Laut China Selatan Bertambah, India Menyusul Kirim Pasukannya

Global
PM Singapura Minta AS Tak Bersikap Keras terhadap China, Ini Alasannya

PM Singapura Minta AS Tak Bersikap Keras terhadap China, Ini Alasannya

Global
Israel Dihantam Roket dari Wilayah Lebanon

Israel Dihantam Roket dari Wilayah Lebanon

Global
Studi Terbaru: Konsumsi Minuman Beralkohol Jadi Penyebab 700.000 Kasus Kanker Baru

Studi Terbaru: Konsumsi Minuman Beralkohol Jadi Penyebab 700.000 Kasus Kanker Baru

Global
Buku Terlaris tahun 1919 Ternyata Ditulis Bocah Inggris Berusia 9 Tahun, Bagaimana Kisahnya?

Buku Terlaris tahun 1919 Ternyata Ditulis Bocah Inggris Berusia 9 Tahun, Bagaimana Kisahnya?

Global
Cerita Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS yang Terlantar di Penampungan Tunawisma

Cerita Penerjemah Afghanistan untuk Pasukan AS yang Terlantar di Penampungan Tunawisma

Global
24 Diplomat Rusia Diminta Hengkang dari AS, Ini Alasannya

24 Diplomat Rusia Diminta Hengkang dari AS, Ini Alasannya

Global
Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Tanpa AS, Pasukan Khusus Afghanistan Akui Kondisi Sulit dan Terus Terpojok Lawan Taliban

Global
AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

AS Segera Kembalikan 17.000 Artefak Kuno Hasil Jarahan ke Irak

Global
Nenek Buyut Asal California Ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Nenek Buyut Asal California Ini Memulai Debut Modeling di Usia 99 Tahun

Global
komentar
Close Ads X