Ratusan Anak Yatim Piatu Korea Utara, Diklaim Secara “Sukarela” Jadi Pekerja Kasar

Kompas.com - 30/05/2021, 07:35 WIB
File foto ini diambil pada 16 Februari 2019 menunjukkan tentara Tentara Rakyat Korea (KPA) memberikan penghormatan di depan patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Bukit Mansu di Pyongyang. AFP PHOTO/ED JONESFile foto ini diambil pada 16 Februari 2019 menunjukkan tentara Tentara Rakyat Korea (KPA) memberikan penghormatan di depan patung pemimpin Korea Utara Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Bukit Mansu di Pyongyang.

SEOUL, KOMPAS.com - Raturan anak yatim piatu piatu Korea Utara, beberapa di antaranya tampak seperti anak-anak, disebut "menjadi sukarelawan" untuk bekerja kasar di Korea Utara.

Media pemerintah negara itu melaporkan, mereka termasuk, tentara wajib militer, dan pelajar, akan bekerja di tambang batu bara, pertanian, hingga proyek konstruksi besar.

Ratusan lulusan sekolah yatim piatu "secara sukarela bekerja di bidang yang sulit," demikian tajuk laporan kantor berita negara KCNA tersebut.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Korea Utara Tembak Mati Penjual Film Ilegal | Penipuan Online Menggunakan Payudara Silikon

Laporan tersebut tidak menyebutkan usia anak yatim piatu yang “dipekerjakan”. Tetapi mengatakan, mereka telah lulus dari sekolah menengah.

Sementara foto yang diterbitkan di surat kabar pemerintah Pyongyang menunjukkan “sukarelawan” yang tampaknya berusia remaja.

Pada Sabtu (29/5/2021), KCNA melaporkan sebanyak lebih dari 700 anak yatim, secara sukarela bekerja di pertanian koperasi, kompleks besi dan baja, dan di bidang kehutanan, dan di antara bidang lainnya,

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara sebelumnya pada Kamis (27/5/2021), telah dilaporkan juga sekitar 150 lulusan dari tiga sekolah yatim piatu secara sukarela bekerja di tambang batu bara dan pertanian.

"(Lulusan sekolah yatim piatu) secara sukarela bekerja di tempat-tempat kerja utama untuk pembangunan sosialis atas keinginan mereka untuk memuliakan pemuda mereka dalam perjuangan untuk kemakmuran negara," kata KCNA melansir Reuters pada Sabtu (29/5/2021).

"Mereka menyelesaikan kursus sekolah mereka di bawah ‘pengawasan ramah’ dari Partai induk."

Baca juga: Jual Film Ilegal, Pria Korea Utara Ditembak Mati di Hadapan 500 Orang

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kahwatir tindakan tegas yang diambil Pyongyang untuk menahan Covid-19 Korea Utara, telah memperburuk pelanggaran hak asasi manusia di Negara itu.

Halaman:

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.