Doa Bersama hingga Demo Tanpa Izin, Respons Swiss soal Palestina di Gaza

Kompas.com - 24/05/2021, 10:35 WIB
Puing-puing reruntuhan Jala Tower yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza, difoto pada Jumat (21/5/2021). Gedung ini dipakai sebagai kantor oleh media-media internasional seperti Al Jazeera dan Associated Press untuk biro Gaza selama 15 tahun. AP PHOTO/JOHN MINCHILLOPuing-puing reruntuhan Jala Tower yang hancur akibat serangan udara Israel di Gaza, difoto pada Jumat (21/5/2021). Gedung ini dipakai sebagai kantor oleh media-media internasional seperti Al Jazeera dan Associated Press untuk biro Gaza selama 15 tahun.

BERN, KOMPAS.com - Konflik Israel dengan Palestina juga merambat ke Swiss. Mulai dari demonstrasi tanpa izin, doa virtual bersama, hingga perang kata di jejaring sosial terjadi di Heidiland.

Adalah Basel, kota kedua di Swiss, yang memulai demonstrasi itu. Sejumlah 200 orang simpatisan Palestina turun ke Baerfusserplatz, Sabtu (22/5/2021).

Baca juga: Hamas Gelar Parade Militer di Jalur Gaza, Pemimpin Tertinggi Tampil Perdana

Kendati meneriakkan slogan anti-Israel dengan spanduk berisi hujatan, demonstrasi yang dikawal puluhan polisi itu berjalan damai.

Sempat terjadi keributan ketika muncul seorang wanita dengan mengibarkan bendera Israel. Namun, sebelum terjadi kerusuhan, polisi berhasil menahan kemarahan simpatisan pro-Palestina yang berusaha mengejar wanita pembawa bendera tersebut.

Dua kota besar Swiss lainnya, Zurich dan Jenewa, juga melakukan aksi serupa. Tidak ada kericuhan apa pun dengan kedua demonstrasi di Zurich dan Jenewa. Komunitas masyarakat Yahudi di Swiss juga mengantisipasi warganya untuk menghindari titik lokasi demonstrasi.

Komunitas masyarakat Islam Indonesia di Swiss, dalam pantauan Kompas.com, tidak terlihat aktif langsung dalam demonstrasi yang turun ke jalan.

"Saya kalau tahu pasti akan ikut. Tapi pas ada demonstrasi, saya tidak tahu," kata Wayan Budiono yang menetap di Sierre, Swiss Barat.

Tidak turun ke jalan langsung bukan berarti tidak simpati terhadap perjuangan rakyat Palestina. Komunitas Muslim Indonesia Swiss menggelar doa bersama melalui jejaring Zoom. Mereka mendoakan agar perjuangan rakyat Palestina akan mendapatkan hasil pada saatnya.

Jejaring sosial dipenuhi diskusi perdebatan antara warga Indonesia yang pro Palestina dan pro Israel. Kendati tidak semarak sebagaimana perdebatan pemilu dua tahun lalu, perdebatan antara simpatisan pro Palestina dan Israel tetap terjadi.

Pemerintah Swiss sendiri hingga kini belum mengakui kemerdekaan Palestina. Kendati demikian, perdebatan terhadap upaya pengakuan tersebut terus berlangsung di parlemen Swiss.

Baca juga: Iran Pamerkan Drone Gaza, Bisa Bawa 13 Bom dari Jarak 1.200 Mil

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.