Ratu Elizabeth Larang Seragam Militer di Pemakaman Pangeran Philip, Demi Harry...

Kompas.com - 15/04/2021, 18:43 WIB
Dalam foto file 31 Oktober 2015 ini Pangeran Harry (kiri), dan saudaranya Pangeran William (kanan) berdiri bersama kakek mereka Duke of Edinburgh di Stadion Twickenham, London. AP PHOTO/ ALASTAIR GRANTDalam foto file 31 Oktober 2015 ini Pangeran Harry (kiri), dan saudaranya Pangeran William (kanan) berdiri bersama kakek mereka Duke of Edinburgh di Stadion Twickenham, London.

LONDON, KOMPAS.com - Anggota senior keluarga kerajaan Inggris tidak akan mengenakan seragam militer di pemakaman Pangeran Philip.

Guardian melaporkan pada Kamis (15/4/2021) kebijakan yang melanggar tradisi monarki itu dilakukan untuk menghindari memalukan Pangeran Harry di hadapan publik.

Baca juga: Wanita India Mengaku Bakal Dinikahi Pangeran Harry, Ingin Si Bangsawan Ditahan

Duke of Sussex, kehilangan gelar militernya setelah mengundurkan diri sebagai bangsawan pekerja senior.

Protokol menyatakan Harry harus mengenakan pakaian sipil. Meskipun dia akan diizinkan untuk memakai medalinya.

Dia akan menjadi salah satu pria senior kerajaan yang tidak berseragam, meskipun telah menjalani dua tur di Afghanistan.

Aturan tanpa seragam ini juga memadamkan pertikaian internal istana. Yaitu mengenai apakah Duke of York, harus diizinkan mengenakan seragam laksamana ke pemakaman ayahnya, pada Sabtu (17/4/2021).

Pangeran Andrew, sebelumnya dilaporkan memunculkan isu yang mengganggu di Istana Buckingham, setelah mengajukan pertanyaan tentang seragam mana yang berhak dia pakai.

Padahal, anak ketiga Ratu Elizabeth II dan Duke of Edinburgh ini juga sudah mengundurkan diri dari tugas publik.

Dia diangkat menjadi wakil laksamana kehormatan di Royal Navy pada hari ulang tahun ke-55. Lalu rencananya akan dipromosikan ke pangkat laksamana, pada 2020, untuk menandai ulang tahunnya yang ke-60.

Tetapi proses itu tidak dilanjutkan karena wawancaranya dengan Newsnight, tentang kontroversi mengenai persahabatannya dengan pelaku penipuan dan pedofilia, Jeffrey Epstein.

Baca juga: Suku Vanuatu Pemuja Almarhum Pangeran Philip Adakan Upacara Berkabung

Halaman:

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Global
Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Global
AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

Global
Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Global
Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Global
Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Global
KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

Global
Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam 'Russophobia' dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam "Russophobia" dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Global
Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Global
Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Global
Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Internasional
Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Global
China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

Global
Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Global
komentar
Close Ads X