Pemilu Israel Tak Ada Pemenangnya, PM Netanyahu Diminta Bentuk Kabinet Baru

Kompas.com - 06/04/2021, 21:35 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di depan pendukungnya di markas Partai Likud di Jerusalem, Rabu pagi (24/03/2021) menyikapi hasil pemilu Knesset Israel AFP/EMMANUEL DUNANDPerdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di depan pendukungnya di markas Partai Likud di Jerusalem, Rabu pagi (24/03/2021) menyikapi hasil pemilu Knesset Israel

YERUSALEM, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diminta membentuk kabinet baru, setelah hasil pemilu tidak menghasilkan pemenang yang jelas.

Netanyahu yang berstatus PM karteker itu mendapatkan banyak dukungan dari anggota parlemen, saat dia mencoba membentuk koalisi baru.

Baik dia maupun oposisi tidak emndapatkan suara mayoritas yang cukup untuk membuat pemerintahan sendiri.

Baca juga: Besok, PM Israel Dikabarkan Lakukan Kunjungan Perdana ke Uni Emirat Arab

Dilansir BBC Selasa (6/4/2021), pemilu itu adalah yang keempat dalam dua tahun terakhir, dengan tiga edisi sebelumnya berakhir tak meyakinkan.

Posisi Netanyahu makin sulit karena saat ini, dia mendapat dakwaan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kekuasaan.

PM Israel yang akrab disapa Bibi itu membantah tuduhan, dan menyebut dakwaan kepadanay bermotif politik.

Pemimpin dari partai sayap kanan Likud itu kini punya waktu 28 hari untuk membentuk koalisi bersama partai lain.

Jika PM berusia 71 tahun itu gagal mendapat dukungan dari partai lain, maka tugas membuat koalisi diserahkan ke oposisi.

Mengumumkan pencalonan Netanyahu, Presiden Reuven Rivlin mengaku dia tidak mempunyai pilihan lain.

Sebab, dia tidak yakin jika kandidat lainnya akan mempunyai tawaran realistis yang bisa didukung Knesset (parlemen Israel).

Agar memperoleh kekuasaan mayoritas, Bibi harus merengkuh dukungan dari partai sayap kanan lain, Yamina.

Dia juga harus mendekati partai Arab Raam, di mana bersama Yamina mereka menyatakan enggan mendukung Netanyahu.

Benjamin Netanyahu sudah memimpin lima pemerintahan yang berbeda sejak 1996, dan menjadi PM dengan masa jabatan terlama di Israel.

Pemerintahan terakhirnya kolaps pada Desember tahun lalu, sehingga memunculkan pemilu keempat.

Baca juga: Biden Akhirnya Menelepon PM Israel, Ini yang Dibahas


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X