Pabrik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dipaksa Produksi 24 Jam atas Desakan PM Inggris

Kompas.com - 05/04/2021, 17:31 WIB
PM Inggris Boris Johnson berpidato saat konferensi pers di Downing Street no. 10, London, pada Rabu (30/12/2020). DAILY TELEGRAPH/HEATHCLIFF O'MALLEY via APPM Inggris Boris Johnson berpidato saat konferensi pers di Downing Street no. 10, London, pada Rabu (30/12/2020).

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson berulang kali meminta jaminan bahwa pabrik vaksin Covid-19 Oxford Biomedica, beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.

Pabrik seluas 84.000 kaki persegi yang dikenal sebagai Oxbox tersebut merupakan produsen vaksin Covid-19 AstraZeneca.

The Mail dalam laporannya Minggu (4/4/2021) PM Inggris mendesak para pejabat untuk memeras setiap tetes vaksin yang mereka bisa.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca, 7 dari 30 Pasien Pembekuan Darah Meninggal di Inggris

 

Pengawasan tanpa henti dari bagian paling atas Pemerintah Inggris tersebut telah membuahkan hasil yang spektakuler. 

Dorongan peningkatan kinerja justru mengubah Oxbox menjadi pabrik AstraZeneca yang paling efisien di dunia. Pabrik itu kini dapat menyediakan lima juta dosis tambahan setiap tahun.

"Mereka sebelumnya cukup bagus, di puncak tabel liga, tetapi sekarang mereka adalah pabrik paling efisien dalam rantai pasokan global dari AstraZeneca," kata narasumber Daily Mail.

Untuk terus mendorong program vaksinasi Inggris, Kementerian Sosial negara itu mengungkapkan bahwa lebih dari dua juta dosis vaksin Covid-19 Moderna diharapkan didapat Inggris pada akhir Mei, dengan pengiriman 200.000 dosis per minggu.

Pengiriman pertama akan tiba dalam beberapa hari dan telah diperuntukkan bagi kelompok usia 40-49 tahun.

Dalam wawancara eksklusif, bos Moderna Eropa Dan Staner mengatakan ratusan ribu dosis akan diberikan setiap minggu selama dua bulan ke depan. Pasokan ini memungkinkan Inggris melakukan vaksin dalam jumlah besar.

“Kami sedang menyelesaikan percakapan kami dengan Badan Obat dan Badan Pengatur Produk Perawatan Kesehatan Inggris,” kata Staner.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komunitas Indonesia Rayakan Idul Fitri di Swiss di Tengah Covid-19: Terasa Tegang

Komunitas Indonesia Rayakan Idul Fitri di Swiss di Tengah Covid-19: Terasa Tegang

Global
Israel Persiapkan Pasukan Darat untuk Invasi ke Jalur Gaza

Israel Persiapkan Pasukan Darat untuk Invasi ke Jalur Gaza

Global
Babi Ajaib yang Selamat dari Gempa China 2008 Ini Dikabarkan Sekarat

Babi Ajaib yang Selamat dari Gempa China 2008 Ini Dikabarkan Sekarat

Global
Gal Gadot Dikecam setelah Beri Pesan Terkait Konflik Israel-Palestina

Gal Gadot Dikecam setelah Beri Pesan Terkait Konflik Israel-Palestina

Global
Hari Ini dalam Sejarah 13 Mei: Paus Yohanes Paulus II Hendak Dibunuh di Vatikan

Hari Ini dalam Sejarah 13 Mei: Paus Yohanes Paulus II Hendak Dibunuh di Vatikan

Internasional
Muslim Gaza Laksanakan Shalat Idul Fitri di Tengah Ancaman Serangan Udara Israel

Muslim Gaza Laksanakan Shalat Idul Fitri di Tengah Ancaman Serangan Udara Israel

Global
Pemerintah India Minta Warganya Tak Percaya Kabar Covid-19 Disebabkan Sinyal 5G

Pemerintah India Minta Warganya Tak Percaya Kabar Covid-19 Disebabkan Sinyal 5G

Global
Video Viral Tunjukkan Massa Israel Pukuli Diduga Pria Arab hingga Babak Belur

Video Viral Tunjukkan Massa Israel Pukuli Diduga Pria Arab hingga Babak Belur

Global
Selamatkan Anak Anjing Peliharaan di Kebakaran, Gadis Ini Tewas

Selamatkan Anak Anjing Peliharaan di Kebakaran, Gadis Ini Tewas

Global
India Pasang Jaring di Sungai Gangga, Tangkap Puluhan Mayat Mengambang Diduga Korban Covid-19

India Pasang Jaring di Sungai Gangga, Tangkap Puluhan Mayat Mengambang Diduga Korban Covid-19

Global
Pengantin Wanita Meninggal karena Covid-19 Beberapa Jam Setelah Menikah

Pengantin Wanita Meninggal karena Covid-19 Beberapa Jam Setelah Menikah

Global
15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

15 Anak Tewas dalam Pengeboman di Israel dan Gaza

Global
Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Rusia Berduka atas Korban Penembakan di Sekolah Kazan

Global
Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Panel Ahli Internasional Ajukan Rekomendasi untuk Akhiri Pandemi Covid-19

Global
Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Panel Ahli Internasional: Besarnya Bencana Pandemi Covid-19 Seharusnya Dapat Dicegah

Global
komentar
Close Ads X