Terusan Suez Masih Tertutup, Adakah Rute Alternatifnya?

Kompas.com - 27/03/2021, 21:11 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Otoritas Terusan Suez ini, sebuah kapal menavigasi di depan kapal kargo besar Ever Given pada (24/3/2021). Kapal Ever Green tersangkut di Terusan Suez Mesir, memblokir lalu lintas di jalur perairan Timur-Barat yang penting untuk pengiriman global. Seorang pejabat Mesir memperingatkan Rabu bahwa dibutuhkan setidaknya dua hari untuk membersihkan kapal. SUEZ CANAL AUTHORITY via AP PHOTODalam foto yang dirilis oleh Otoritas Terusan Suez ini, sebuah kapal menavigasi di depan kapal kargo besar Ever Given pada (24/3/2021). Kapal Ever Green tersangkut di Terusan Suez Mesir, memblokir lalu lintas di jalur perairan Timur-Barat yang penting untuk pengiriman global. Seorang pejabat Mesir memperingatkan Rabu bahwa dibutuhkan setidaknya dua hari untuk membersihkan kapal.

SUEZ, KOMPAS.com - Perusahaan perkapalan dipaksa menimbang opsi jalan lain setelah lalu lintas utama perdagangan internasional terblokir kontainer raksasa, Ever Given.

Insiden yang menutup Terusan Suez itu membuat banyak kapal harus mengambil rute alternatif menyiksa dengan memutar di ujung selatan Afrika.

Insider melaporkan menurut analis yang mengamati situasi tersebut, setidaknya tiga kapal kontainer telah mengubah arah dan terlihat menuju ke selatan.

Semakin lama penundaan berlangsung, diyakini semakin banyak kapal yang akan mengikuti langkah tersebut.

Menurut editor Lloyd's List, Michelle Wiese Bockman, Ever Greet, dari perusahaan yang sama dengan Ever Given yang terdampar, telah mengubah arah pada Jumat (26/3/2021).

Kapal itu tercatat sebagai yang pertama dari ratusan kapal yang mengambil keputusan sejak Ever Given terdampar.

Ever Given tersumbat pada Selasa sekitar pukul 7.40 pagi waktu setempat. Situasi tersebut mengharuskan sekitar 150 kapal di kedua sisi kanal menunggu untuk melintas menurut laporan AP.

Alhasil kapal lain yang masih berada lebih jauh dari jalur kanal mulai menimbang rute alternatif.

Baca juga: Terusan Suez: Begini Skenario yang Mungkin Diambil untuk Bebaskan Ever Given

Hingga Jumat (26/3/2021) sore waktu setempat, upaya masih dilakukan untuk melepaskan kapal dari tepi kanal.

Para pejabat tidak memberikan kerangka waktu yang pasti kapan itu mungkin kembali mengapung.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Global
Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Global
Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal 'Membayar Mahal'

Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal "Membayar Mahal"

Global
Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Global
Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Global
AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

Global
Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Global
komentar
Close Ads X