Gunung Fagradalsfjall di Islandia Meletus Setelah "Tertidur" 6.000 Tahun

Kompas.com - 20/03/2021, 10:29 WIB
Semenanjung Reykjanes di Islandia telah diguncang lebih dari 20.000 gempa bumi dalam sepekan.
Para ilmuwan memperkirakan letusan gunung berapi akan segera terjadi akibat gempa. Getty Image via Live ScienceSemenanjung Reykjanes di Islandia telah diguncang lebih dari 20.000 gempa bumi dalam sepekan. Para ilmuwan memperkirakan letusan gunung berapi akan segera terjadi akibat gempa.

REYKJAVIK, KOMPAS.comGunung Fagradalsfjall di Islandia yang tertidur alias tidak aktif selama 6.000 tahun kembali meletus pada Jumat (19/3/2021) malam watu setempat.

Gunung berapi tersebut terletak di Semenanjung Reykjanes dan memuntahkan lava di kedua sisi sebagaimana dilansir USA Today.

Icelandic Meteorological Office (IMO) melaporkan bahwa hingga saat ini, gunung berapi tersebut mengalami letusan kecil dengan dua aliran lava mengalir ke arah yang berlawanan.

Baca juga: Gunung Berapi di Islandia Meletus, Warga Diminta Waspadai Longsoran Batu

Cahaya dari lahar dapat dilihat dari pinggiran ibu kota Islandia, Reykjavik, yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Departemen Manajemen Darurat Islandia mengatakan, pihaknya tidak mengantisipasi dengan melakukan evakuasi karena gunung berapi itu berada di lembah terpencil.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunung Fagradalsfjall disebut tidak aktif selama 6.000 tahun dan selama 781 tahun terakhir belum ada letusan gunung berapi di Semenanjung Reykjanes.

Baca juga: Usai Viral Video Gunung Emas di RD Kongo, Tambangnya Langsung Ditutup

Sebelum gunung berapi tersebut meletus, Islandia mengalami lebih dari 50.000 gempa bumi dalam tiga pekan terakhir.

Ahli vulkanologi terkejut karena aktivitas seismik dilaporkan tenang sebelum terjadinya letusan gunung berapi itu.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, letusan Gunung Fagradalsfjall diperkirakan tidak akan banyak mengeluarkan abu atau asap.

Baca juga: Video Viral Tim Rugbi Berlatih dengan Latar Belakang Gunung Meletus

Sehingga, erupsi gunung berapi tersebut kemungkinan tidak mengganggu penerbangan sebagaimana dilansir BBC.

Sebuah helikopter milik pasukan penjaga pantai dikirim untuk menyurvei daerah itu. Tim survei tersebut lantas mengirim gambar lava yang sudah mengalir ke bawah setelah letusan.

Gempa bermagnitudo 3,1 dilaporkan terjadi sekitar 1,2 kilometer dari Gunung Fagradalsfjall hanya beberapa jam sebelum gunung itu meletus.

Baca juga: Lamborghini Era Pompeii Ditemukan Terkubur Abu Gunung Vesuvius

Melansir The Guardian, kepolisian dan pasukan penjaga pantai Islandia diterjunkan pada Jumat malam.

Pemerintah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menjauh dari daerah tersebut.

Baca juga: 6 Bencana Alam Dahsyat dalam Sejarah Dunia, Salah Satunya Letusan Gunung Tambora

 


Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Lengserkan Rezim 12 Tahun, Ini Janji dan Tantangan PM Baru Israel Naftali Bennett

Global
Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Tahanan Tertua di Guantanamo Bebas Setelah Ditahan Ilegal 16 Tahun Lebih

Global
Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Warga Ibu Kota Rusia Akan Diberi Cuti Berbayar guna Redam Lonjakan Covid-19

Global
Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Inilah Kota Paling Layak Huni 2021, Bukan di Eropa, Dekat Indonesia

Global
Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Virus Corona Terus Bermutasi, Akankah Muncul Varian Maha Kuat?

Global
China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

China Dituduh Coba Menutupi Kebocoran Radiasi Pembangkit Nuklir Taishan

Global
 Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Pemerintahan Baru Israel Dikhawatirkan Bisa Lebih Keras ke Palestina

Global
China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

China Protes, Pernyataan G7 Singgung Uighur hingga Asal Usul Covid-19

Global
Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Covid-19 di Taiwan Memburuk, Presiden Tsai Ing-wen Minta Maaf

Global
Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Penemu Bangkai Kapal Titanic Tawarkan Bantuan Cari MH370, tapi Ditolak

Global
Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Pawai Motor Tanpa Masker, Presiden Brasil Didenda Rp 1,6 Juta

Global
PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

PM Israel Naftali Bennett Ahli Berbisnis, Pernah Tarik Investor Jutaan Dolar AS

Global
Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Partai Islam Israel yang Menangkan Naftali Bennett Bersumpah Rebut Kembali Tanahnya

Global
Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi 'OK' yang Jadi Kontroversi

Marko Arnautovic dan Arti Selebrasi "OK" yang Jadi Kontroversi

Global
Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada 'Dewi Corona'

Minta Covid-19 Cepat Berakhir, Warga di India Berdoa kepada "Dewi Corona"

Global
komentar
Close Ads X