Kompas.com - 20/03/2021, 09:57 WIB
Ketua hubungan luar negeri dari Partai Komunis China, Yang Jiechi (tengah) dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (kedua dari kiri), berbicara dalam sesi pembuka pertemuan dengan Amerika Serikat di Captain Cook Hotel, Anchorage, Alaska, pada Kamis (18/3/2021). POOL AFP/FREDERIC J BROWN via APKetua hubungan luar negeri dari Partai Komunis China, Yang Jiechi (tengah) dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (kedua dari kiri), berbicara dalam sesi pembuka pertemuan dengan Amerika Serikat di Captain Cook Hotel, Anchorage, Alaska, pada Kamis (18/3/2021).

ANCHORAGE, KOMPAS.com - Pembicaraan pertama antara pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan China berlangsung sulit, kata para diplomat AS pada Jumat (19/3/2021).

Namun, dikatakan mereka, pertemuan langsung itu juga menemukan beberapa kata sepakat di beberapa bidang.

Pembicaraan bertema luas itu dibuka dengan panas saat para diplomat top dari kedua pihak saling mengecam tindakan agresif yang mengganggu stabilitas global.

Baca juga: Bertemu Pertama Kalinya di Era Biden, AS dan China Perang Komentar

Setelah berakhirnya tiga sesi selama Kamis-Jumat pagi, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, pihak Amerika berterus terang tentang kekhawatirannya atas tindakan Beijing terhadap Hong Kong dan Taiwan, serta penindakan di dunia maya.

Seperti yang diperkirakan, China sangat defensif mempertahankan argumennya, kata Blinken.

"Tapi kami juga bisa melakukan percakapan yang sangat terbuka selama berjam-jam ini dengan agenda yang ekspansif."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tentang Iran, tentang Korea Utara. Tentang Afghanistan, tentang iklim, kepentingan kami bersinggungan," tambahnya dikutip dari AFP.

Baca juga: Meski Perang Komentar, China Merasa Terbantu Bertemu dengan AS

Pertemuan yang digelar dua bulan setelah Biden dilantik sebagai Presiden AS ini dibuat untuk bertukar pandangan, sehingga memang tidak ada kesepakatan yang dijalin.

"Kami menginginkan pembicaraan yang tegas dan langsung mengenai berbagai masalah, dan itulah yang dia lakukan," kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan.

"Kami akan terus berkonsultasi dengan para sekutu dan mitra dalam perjalanan ke depannya."

Diplomat top China Yang Jiechi mengatakan kepada Xinhua, pembicaraan di Anchorage, Alaska, ini berlangsung terbuka, konstruktif dan membantu.

Baca juga: Khawatir Bisa Mengintai, Mobil Listrik Tesla Dilarang Masuk Kompleks Militer China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.